IHSG menguat tajam pada sesi pertama perdagangan Selasa dan menutup jeda siang di level 7.660,76. Kenaikan sebesar 160,57 poin atau 2,14 persen ini menempatkan indeks saham domestik konsisten di zona hijau sejak pembukaan pasar di level 7.598,80.
Penguatan tersebut didukung oleh aktivitas transaksi yang tinggi. Hingga tengah hari, volume perdagangan mencapai 28,67 miliar saham dengan nilai Rp 13,60 triliun, sementara frekuensi transaksi menembus 1,84 juta kali.
Aksi Beli Menguat di Banyak Saham
Sentimen pasar terlihat luas karena kenaikan tidak hanya ditopang oleh segelintir emiten. Sebanyak 513 saham menguat, sedangkan 131 saham melemah dan 173 saham bergerak stagnan.
Pergerakan ini menunjukkan minat beli investor masih dominan di tengah pasar yang bergerak aktif. IHSG juga sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.686,36 sebelum istirahat siang, setelah sempat turun ke level terendah 7.592,74.
Faktor Domestik Jadi Penopang
Azharys Hardian, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), menilai penguatan IHSG tidak muncul tanpa dasar. Ia menyebut fondasi domestik yang solid ikut menjaga kepercayaan pelaku pasar.
“Penguatan IHSG yang kita saksikan belakangan ini bukan sekadar letupan emosi sesaat atau reaksi dangkal terhadap berita global. Jika kita bedah lebih dalam, di domestik cukup solid,” ujar Azharys Hardian.
Pernyataan itu memperkuat pandangan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya dorong internal yang cukup kuat. Dalam kondisi seperti ini, sentimen global memang tetap memengaruhi, tetapi tidak selalu menjadi faktor penentu utama.
Teknikal Masih Menunjukkan Peluang Lanjutan
Dari sisi analisis teknikal, terbentuknya pola triple bottom menjadi sinyal bahwa fase rebound sedang berjalan. Pola ini sering dibaca pasar sebagai tanda pembalikan arah setelah tekanan jual mereda dan minat beli kembali masuk.
Azharys menyebut target penguatan jangka pendek dapat mengarah ke level 7.950. Namun, target tersebut tetap bergantung pada keberlanjutan transaksi dan kemampuan IHSG bertahan di area penguatan saat volatilitas meningkat.
Rotasi Sektor Mulai Terlihat
Sejumlah sektor ikut mendorong kenaikan indeks, terutama batu bara, industri dasar, dan infrastruktur. Rotasi ke sektor-sektor tersebut muncul ketika kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda.
Pergeseran minat ini penting karena menunjukkan investor tidak hanya mengejar indeks, tetapi juga mencari peluang pada sektor yang dinilai punya prospek lebih menarik. Pola rotasi seperti ini kerap menjadi tanda bahwa pasar mulai percaya diri untuk masuk ke saham-saham yang sebelumnya tertinggal.
Investor Ritel Kembali Aktif
Likuiditas yang membaik juga membuka ruang bagi investor ritel untuk kembali mengambil posisi, termasuk pada saham lapis kedua atau second liner. Aktivitas ini terlihat dari frekuensi transaksi yang tinggi dan sebaran penguatan yang cukup luas di pasar.
Agar tetap terukur, pelaku pasar disarankan menjaga disiplin saat bertransaksi. Berikut beberapa langkah yang umumnya diperhatikan investor saat pasar bergerak cepat:
- Menentukan batas cut loss sebelum membeli saham.
- Memilih emiten dengan likuiditas yang memadai.
- Menghindari keputusan berbasis euforia sesaat.
- Memantau pergerakan sektor yang sedang menjadi motor utama.
- Menyesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko masing-masing.
Di tengah penguatan IHSG yang cukup kuat pada sesi pertama, pasar masih akan mencermati apakah aliran beli mampu bertahan hingga penutupan perdagangan. Jika dukungan transaksi dan minat pada sektor unggulan tetap terjaga, pergerakan indeks berpeluang mempertahankan tren positif dalam sesi berikutnya.
