BRI menyediakan plafon Kredit Usaha Rakyat atau KUR 2026 hingga Rp500 juta untuk pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal usaha. Skema ini hadir dengan bunga efektif mulai dari 3 persen hingga 9 persen per tahun, sehingga tetap menjadi salah satu pembiayaan usaha rakyat yang paling diperhatikan pelaku usaha kecil.
Program ini menyasar kebutuhan modal dari tahap awal usaha sampai usaha yang sudah berkembang. Dengan tiga kategori utama (KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil), BRI memberi ruang bagi pelaku usaha dengan kapasitas berbeda untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih sesuai.
Tiga kategori KUR BRI untuk UMKM
KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha pemula dengan plafon maksimal Rp10 juta. Untuk kategori ini, bunga efektif yang berlaku tercatat 3 persen per tahun.
KUR Mikro menjadi pilihan bagi usaha yang butuh pembiayaan di atas level awal. Plafonnya berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp100 juta, dengan bunga 6 persen per tahun bagi nasabah yang baru pertama kali mengajukan kredit.
Sementara itu, KUR Kecil disiapkan untuk usaha dengan skala yang lebih besar. Plafon pembiayaannya mencapai Rp500 juta, dengan bunga kompetitif di kisaran 6 persen hingga 9 persen per tahun.
Syarat utama yang perlu dipenuhi
BRI menetapkan beberapa ketentuan administratif sebelum pengajuan disetujui. Syarat ini dibuat agar pembiayaan benar-benar masuk ke usaha yang aktif dan layak dibiayai.
Berikut ringkasan syarat yang disebutkan dalam referensi:
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki KTP, KK, dan NPWP.
- Menyertakan bukti legalitas usaha yang sah.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain.
- Kredit konsumtif seperti KPR atau KKB masih diperbolehkan.
Untuk KUR Kecil, pelaku usaha juga perlu memiliki IUMK dan menjalankan usaha minimal selama enam bulan. Ketentuan ini menunjukkan bahwa pembiayaan diarahkan kepada usaha yang sudah terbukti berjalan, bukan sekadar rencana bisnis.
Simulasi angsuran KUR BRI
Besaran cicilan akan bergantung pada plafon pinjaman dan tenor yang dipilih. Dalam tabel referensi dengan bunga 6 persen per tahun, angsuran bulanan terlihat bervariasi cukup jauh antara tenor pendek dan panjang.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 60 Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp10.000.000 | Rp865.267 | Rp308.771 | Rp198.012 |
| Rp20.000.000 | Rp1.730.535 | Rp617.542 | Rp396.024 |
| Rp50.000.000 | Rp4.326.337 | Rp1.543.855 | Rp990.060 |
| Rp100.000.000 | Rp8.652.675 | Rp3.087.710 | Rp1.980.120 |
Data tersebut memberi gambaran bahwa tenor lebih panjang membuat cicilan bulanan lebih ringan. Namun, pelaku usaha tetap perlu menyesuaikan pilihan tenor dengan arus kas bisnis agar pembayaran tidak mengganggu operasional harian.
Cara pengajuan KUR di BRI
Calon debitur dapat mengajukan KUR melalui kantor cabang BRI sesuai domisili. Setelah formulir diisi, petugas bank akan melakukan verifikasi data dan wawancara sebelum proses dilanjutkan ke tahap peninjauan usaha.
Jika hasil verifikasi dinyatakan memenuhi syarat, pihak bank akan menghubungi calon nasabah untuk pencairan dana. Mekanisme ini penting karena BRI perlu memastikan bahwa dana KUR digunakan sesuai tujuan, yaitu memperkuat modal produktif UMKM.
Mengapa bunga KUR bisa tetap rendah
Rendahnya bunga KUR tidak terlepas dari dukungan subsidi pemerintah. Skema ini dirancang untuk meningkatkan daya saing sektor usaha rakyat agar pelaku UMKM bisa tumbuh tanpa terbebani biaya pembiayaan yang terlalu tinggi.
Bagi pelaku usaha yang sedang mencari modal untuk menambah stok, membeli alat produksi, atau memperluas kapasitas usaha, KUR BRI memberi opsi pembiayaan yang relatif terjangkau. Dengan plafon hingga Rp500 juta dan proses yang menekankan verifikasi usaha, program ini tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam pembiayaan UMKM di Indonesia.







