KAI Group Layani 3,74 Juta Penumpang, Kereta Bandara Jadi Mesin Pertumbuhan 2026

Author: Qoo Media

KAI Group melayani 3,74 juta pelanggan kereta api sepanjang kuartal pertama, menandai tingginya minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel. Angka ini mencakup layanan kereta bandara, Commuter Line, LRT, hingga perjalanan antarkota yang terhubung ke bandara dan kawasan perkotaan.

Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa kereta api bukan lagi sekadar moda perjalanan alternatif, tetapi sudah menjadi bagian penting dari mobilitas harian. Data yang dilaporkan pada Senin, 13 April, juga menunjukkan kontribusi sejumlah layanan yang terus tumbuh di berbagai wilayah.

Kinerja layanan bandara ikut menguat

Salah satu pendorong utama pertumbuhan datang dari layanan kereta bandara yang dikelola KAI Bandara. Sepanjang kuartal pertama, layanan ini mencatat 1,7 juta pelanggan, naik 8,48 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,6 juta pelanggan.

Pertumbuhan juga terlihat pada Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 640.510 pelanggan. Angka itu tumbuh sekitar 23,85 persen, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat atas konektivitas yang cepat dan terjadwal ke kawasan penerbangan utama.

Berikut ringkasan beberapa layanan yang mencatat capaian penting:

  1. Kereta bandara KAI Bandara: 1,7 juta pelanggan
  2. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta: 640.510 pelanggan
  3. KA BIAS Bandara Adi Soemarmo: 208.583 pelanggan
  4. KA Minangkabau Ekspres: 54.472 pelanggan
  5. LRT Sumatera Selatan: 1,08 juta pelanggan

Pertumbuhan merata di berbagai daerah

Selain layanan bandara, peningkatan juga terjadi pada sejumlah jalur di daerah. KA BIAS yang melayani Bandara Adi Soemarmo mencatat kenaikan penumpang sebesar 31,11 persen dan mencapai 208.583 pelanggan.

Di Sumatera Barat, KA Minangkabau Ekspres mengangkut 54.472 pelanggan. Sementara itu, LRT Sumatera Selatan mencatat 1,08 juta pelanggan, memperlihatkan tingginya penggunaan transportasi rel untuk mobilitas dalam kota maupun koneksi antarmoda.

Di Sumatera Utara, 406.936 pelanggan menggunakan kereta api menuju Bandara Kualanamu. Selain itu, 651.071 pelanggan tercatat menggunakan layanan menuju Binjai dan Kualabingai, yang menegaskan peran kereta sebagai penghubung kawasan penyangga kota besar.

Kenyamanan dan kepastian waktu jadi daya tarik

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa perjalanan kereta api memberi kenyamanan dan kepastian bagi pelanggan. Ia menyebut kereta api sebagai bagian dari mobilitas harian yang mengalir begitu saja.

Pernyataan itu sejalan dengan pola perilaku penumpang yang cenderung memilih moda dengan waktu tempuh pasti, akses yang jelas, serta risiko keterlambatan yang lebih rendah dibanding transportasi jalan raya. Dalam konteks perjalanan ke bandara, faktor ketepatan waktu menjadi pertimbangan paling penting bagi banyak pelanggan.

Data kuartal pertama ini juga menunjukkan bahwa integrasi antarmoda terus berperan besar dalam membentuk kebiasaan perjalanan masyarakat. Saat koneksi ke bandara, pusat kota, hingga wilayah penyangga tersusun lebih baik, kereta api mampu menawarkan pilihan perjalanan yang praktis dan efisien.

Peran strategis saat situasi darurat

Selain melayani mobilitas rutin, kereta api juga dinilai semakin penting saat terjadi gangguan pada transportasi darat. Dalam kondisi bencana seperti banjir dan longsor, jalur rel kerap membantu menjaga kelancaran distribusi bantuan dan pergerakan orang di beberapa wilayah.

Kondisi ini membuat peran KAI Group tidak hanya terbatas pada layanan komersial, tetapi juga pada ketahanan mobilitas nasional. Dengan capaian 3,74 juta pelanggan dalam waktu singkat, data tersebut memberi gambaran bahwa transportasi rel masih memiliki ruang besar untuk terus berkembang di tengah kebutuhan perjalanan yang makin beragam.

Terbaru