Pabrik Mobnas Pindad di Subang Disiapkan Serap 2.000 Pekerja, Target Produksi 50 Ribu Unit

Author: Qoo Media

Proyek mobil nasional yang disiapkan di Subang, Jawa Barat, diproyeksikan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja. Kebutuhan itu disebut mencakup tenaga tingkat sarjana dan teknisi untuk menopang fasilitas manufaktur yang sedang disiapkan.

Daya serap tenaga kerja ini menjadi salah satu aspek paling menonjol dari rencana pembangunan pabrik mobil nasional. Selain membuka lapangan kerja, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri otomotif dalam negeri melalui penguasaan teknologi dan peningkatan kandungan lokal.

Mobil nasional tersebut akan digarap oleh PT Pindad. Perusahaan ini sebelumnya telah mengembangkan SUV Maung, yang kini juga digunakan sebagai mobil kepresidenan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan mobil nasional itu tengah dirancang oleh Pindad. Ia berharap kendaraan tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang saat ini beredar.

Menurut Agus, rata-rata TKDN mobil listrik di Indonesia saat ini berada pada kisaran 30 sampai 70 persen. Karena itu, proyek mobil nasional diposisikan bukan hanya sebagai produk baru, tetapi juga sebagai upaya mendorong kedalaman struktur industri otomotif nasional.

Kawasan industri terintegrasi

Pabrik mobil nasional di Subang direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 539 hektare. Kawasan ini tidak hanya berisi fasilitas produksi, tetapi juga perkantoran, sarana uji, sarana perancangan dan pengembangan, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Dengan rancangan seperti itu, kawasan di Subang dipersiapkan sebagai ekosistem manufaktur otomotif terintegrasi. Model pengembangan ini menunjukkan bahwa proyek tidak berhenti pada perakitan kendaraan, melainkan juga menyentuh pengembangan teknologi dan kapasitas industri pendukung.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau pelaksanaan pengembangan proyek tersebut di Kabupaten Subang. Ia menilai kawasan mobil nasional sebagai instalasi strategis yang penting untuk mendukung penguatan industri nasional dan pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi.

Sjafrie juga menyoroti aspek penguasaan teknologi dalam proyek ini. Menurut dia, kehadiran dan operasionalisasi mobil nasional di Subang akan memberi dampak pada penguasaan teknologi otomotif berbasis listrik.

Target produksi bertahap

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa membagi perkembangan proyek ke dalam tiga tahap pembangunan pada periode 2026-2028. Tahapan ini menjadi kerangka awal pengembangan kawasan industri mobil nasional di Subang.

Pada tahap awal, kawasan industri terintegrasi itu menargetkan kapasitas produksi hingga 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028. Dalam visi jangka panjang, kapasitas produksi tersebut diharapkan meningkat menjadi 300.000 unit per tahun.

Target itu menunjukkan skala proyek yang cukup besar sejak fase awal. Jika terealisasi, fasilitas di Subang akan menjadi basis penting bagi produksi kendaraan nasional dengan dukungan infrastruktur yang lebih lengkap dibanding pabrik yang hanya berfokus pada lini perakitan.

Sigit menyatakan Pindad telah menanamkan investasi sumber daya manusia untuk kepentingan proyek nasional ini sejak beberapa tahun lalu. Investasi itu mencakup tingkat perencana, pelaksana, hingga level yang lebih tinggi.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan tenaga kerja tidak hanya dipandang sebagai efek lanjutan dari hadirnya pabrik. Penguatan SDM juga telah disiapkan sebagai bagian dari fondasi proyek agar kapasitas produksi dan pengembangan teknologi dapat berjalan seiring.

Dorongan bagi industri nasional

Rencana pembangunan mobil nasional muncul di tengah upaya Indonesia memperbesar peran industri otomotif domestik. Dalam konteks ini, TKDN menjadi salah satu indikator penting yang terus mendapat perhatian pemerintah.

Agus menegaskan bahwa setiap kali mengunjungi pabrik, hal yang selalu ditanyakan adalah besaran TKDN. Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan proyek mobil nasional tidak hanya akan diukur dari jumlah unit yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa besar nilai tambah yang bisa diciptakan di dalam negeri.

Karena itu, proyek di Subang membawa dua misi sekaligus. Di satu sisi, proyek ini membuka peluang kerja bagi sekitar 2.000 orang, dan di sisi lain menjadi instrumen untuk memperkuat industri, teknologi, serta rantai pasok otomotif nasional.

Pusat pengembangan yang memadukan pabrik, perkantoran, fasilitas uji, dan sarana riset juga memberi sinyal bahwa mobil nasional dirancang sebagai proyek jangka panjang. Fokusnya bukan sekadar menghadirkan kendaraan buatan dalam negeri, tetapi membangun kemampuan industri yang lebih mandiri dari hulu hingga hilir.

Source: oto.detik.com
Terbaru