Manulife Kian Menguat, Aset Kelolaan Tembus Rp124,3 Triliun dan Kuasai Pasar Reksa Dana

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatat kinerja positif di tengah persaingan industri pengelolaan investasi yang ketat. Hingga akhir 2025, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) perusahaan mencapai Rp124,3 triliun.

Capaian itu menegaskan posisi MAMI sebagai salah satu pemain terbesar di pasar reksa dana nasional. Dana kelolaan reksa dana perusahaan juga tercatat sebesar Rp63 triliun pada Desember 2025, dengan pangsa pasar 11,9 persen dari sekitar 90 manajer investasi di Indonesia.

Posisi Pasar yang Kuat

Data tersebut menunjukkan skala bisnis MAMI tetap tumbuh solid di tengah kondisi pasar yang dinamis. Dengan pangsa pasar 11,9 persen, MAMI menjadi pengelola reksa dana terbesar di Indonesia berdasarkan data yang dikutip dari laporan Kompas.com.

Pertumbuhan itu juga tercermin dari basis investor yang terus melebar. Pada akhir 2025, jumlah investor MAMI mencapai 2,6 juta orang, setara dengan 12,8 persen dari total investor reksa dana di Indonesia menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2025.

Ragam Produk dan Jalur Distribusi

MAMI mengelola 37 produk reksa dana dan 72 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) untuk menjangkau kebutuhan investor yang beragam. Produk-produk tersebut disalurkan melalui tiga jalur utama, yaitu Institutional Sales, Partnership Distribution, dan Direct Retail Distribution.

  1. Institutional Sales, untuk melayani kebutuhan institusi.
  2. Partnership Distribution, untuk memperluas akses lewat mitra distribusi.
  3. Direct Retail Distribution, untuk menjangkau investor ritel secara langsung.

Struktur distribusi yang berlapis ini membantu MAMI mempertahankan jangkauan pasar sekaligus memperkuat pelayanan pada segmen yang berbeda. Dalam industri investasi, kombinasi produk dan kanal distribusi sering menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Akuisisi Schroder Jadi Langkah Strategis

Afifa, CEO & President Director MAMI, menyebut akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia yang rampung pada Maret 2026 sebagai bagian dari strategi perusahaan. Ia menegaskan langkah itu tidak hanya bertujuan memperbesar skala bisnis, tetapi juga memperluas dampak perusahaan di industri.

“Intensi dari akuisisi ini bukan sekadar transaksi untuk meningkatkan skala bisnis, melainkan sebagai pembuka babak baru dalam perjalanan kami untuk memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Afifa dalam keterangan tertulis yang dilansir Kompas.com. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara manajemen risiko dan kemampuan menghasilkan imbal hasil investasi.

Langkah akuisisi ini menambah bobot posisi MAMI di pasar pengelolaan aset nasional. Di saat perusahaan lain fokus pada efisiensi dan diferensiasi produk, konsolidasi menjadi salah satu strategi yang kerap dipakai untuk memperbesar daya saing.

Pengakuan Industri dan Kinerja Tata Kelola

Kepemimpinan MAMI juga mendapat sorotan positif dari pelaku industri. Founder and Publisher Asia Asset Management, Tan Lee Hock, menilai MAMI menunjukkan kepemimpinan yang kuat di industri pengelolaan aset.

Pengakuan itu tercermin dari deretan penghargaan dalam ajang Best of the Best Awards 2026. MAMI meraih Best Asset Management Company untuk ke-10 kalinya dan Best Bond Manager untuk ketiga kalinya.

Pencapaian tersebut memperkuat reputasi perusahaan dalam menjaga kualitas pengelolaan portofolio dan tata kelola. MAMI juga disebut terus menghadirkan inovasi melalui solusi investasi seperti reksa dana dan KPD dengan disiplin pengelolaan portofolio yang tinggi.

Faktor yang Mendorong Kinerja MAMI

  1. Basis investor yang tumbuh hingga 2,6 juta orang.
  2. Total AUM yang mencapai Rp124,3 triliun.
  3. Pangsa pasar reksa dana sebesar 11,9 persen.
  4. Portofolio produk yang beragam, termasuk 37 reksa dana dan 72 KPD.
  5. Langkah akuisisi yang memperkuat skala dan posisi kompetitif.

Dengan kombinasi aset kelolaan yang besar, jaringan distribusi luas, dan strategi ekspansi yang agresif, MAMI memperlihatkan posisi yang semakin solid di industri manajemen investasi Indonesia. Perusahaan kini berada dalam fase penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sambil mempertahankan disiplin investasi dan kepercayaan jutaan investornya.

Terkait