PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk menyiapkan Penawaran Umum Terbatas atau rights issue dan menjalankan program pembelian kembali saham. Persetujuan itu diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar di Jakarta.
Keputusan ini menandai langkah penting bagi emiten energi tersebut dalam memperkuat struktur permodalan dan menjaga ruang gerak pendanaan. Di saat yang sama, manajemen juga bergerak di jalur transformasi bisnis yang berfokus pada energi berkelanjutan.
Rights issue jadi opsi pendanaan strategis
Rights issue disiapkan sebagai salah satu instrumen pendanaan untuk mendukung agenda pertumbuhan perseroan. Manajemen menyebut dana tersebut akan diarahkan ke proyek-proyek hijau yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Langkah ini penting karena TOBA sedang memperluas portofolio bisnis di luar model lama berbasis batu bara. Dengan struktur modal yang lebih fleksibel, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk membiayai ekspansi tanpa terlalu menekan arus kas operasional.
Buyback saham sinyal kepercayaan manajemen
Selain rights issue, pemegang saham juga menyetujui program buyback saham. Aksi korporasi ini kerap dipandang pasar sebagai sinyal bahwa manajemen menilai harga saham perusahaan masih mencerminkan peluang pemulihan dan pertumbuhan.
Persetujuan buyback juga memberi opsi bagi perusahaan untuk mengelola likuiditas saham di pasar. Dalam konteks TOBA, kebijakan itu memperlihatkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perseroan.
Divestasi PLTU dan arah transformasi bisnis
TOBA juga terus mengurangi eksposur pada aset berbasis batu bara. Perusahaan telah melakukan divestasi dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan kapasitas total 200 MW.
Pelepasan aset tersebut selaras dengan agenda transformasi menuju bisnis energi yang lebih bersih. Perusahaan kini mulai menaruh fokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik sebagai pilar pertumbuhan berikutnya.
Berikut beberapa arah utama transformasi TOBA yang menjadi perhatian pasar:
- Penguatan portofolio energi berkelanjutan.
- Pengembangan proyek-proyek hijau.
- Ekspansi ke pengelolaan limbah.
- Penguatan bisnis energi terbarukan.
- Pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Dividen tetap dibagikan ke investor
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan saldo laba tahun buku 2025 untuk cadangan wajib dan pembagian dividen kepada investor. Keputusan ini menunjukkan perseroan masih menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekspansi dan imbal hasil bagi pemegang saham.
Manajemen menegaskan bahwa pembagian dividen didukung oleh kekuatan arus kas perusahaan. Kebijakan itu diambil di tengah tantangan ekonomi makro yang masih membayangi sektor energi dan pasar modal.
Perubahan susunan komisaris
Rapat juga menyetujui perubahan susunan dewan komisaris. Ahmad Fuad Rahmany resmi menggantikan Bacelius Ruru sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen hingga 2028.
Selain itu, TOBA mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen dengan masa jabatan sampai 2030. Perubahan ini memperkuat tata kelola perusahaan di tengah agenda transformasi yang semakin luas.
Dicky Yordan, Direktur Utama TBS Energi Utama, mengatakan persetujuan atas seluruh agenda RUPS memperkuat fondasi perusahaan untuk melanjutkan transformasi sebagai emiten energi berkelanjutan yang tangguh dan kompetitif. Ia menambahkan bahwa setiap keputusan disusun untuk mendukung pencapaian milestone TBS2030.
Agenda yang disahkan pemegang saham
Perseroan juga mengesahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit. Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi sesuai kebutuhan tata kelola perusahaan.
Dengan restu rights issue dan buyback saham, TOBA memasuki fase baru dalam restrukturisasi dan ekspansi bisnis. Pasar kini menunggu realisasi teknis aksi korporasi tersebut, termasuk arah penggunaan dana dan eksekusi strategi transisi energi yang lebih agresif.
