Bank Aladin Syariah Tembus Aset Rp 14,4 Triliun, Ekspansi Digital Diiringi Aksi Sosial

PT Bank Aladin Syariah Tbk mencatatkan kinerja yang tumbuh kuat seiring perluasan aktivitas sosial yang dijalankan perusahaan. Hingga posisi Desember 2025, total aset bank digital syariah ini mencapai Rp 14,4 triliun.

Selain aset, jumlah nasabah aktif juga naik 35,5 persen secara tahunan. Pencapaian ini menunjukkan penerimaan masyarakat yang makin luas terhadap layanan perbankan syariah digital yang dinilai lebih inklusif.

Pertumbuhan bisnis dan kepercayaan nasabah

Bank Aladin Syariah melihat pertumbuhan tersebut sebagai hasil dari model bisnis berbasis nilai yang dijalankan secara konsisten. Fokus perusahaan tidak hanya tertuju pada kinerja komersial, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

Pendekatan itu terlihat dari upaya perseroan menjaga layanan keuangan tetap relevan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Kepercayaan nasabah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong ekspansi kinerja tersebut.

Sebagai bagian dari inovasi produk, bank ini menawarkan Ala Deposito dengan imbal hasil setara 9 persen per tahun. Produk tersebut menggunakan sistem bagi hasil atau nisbah 68 persen untuk nasabah.

Kebermanfaatan sebagai nilai utama

Corporate Secretary Head Bank Aladin Syariah, Ratna Wahyuni, menekankan bahwa kebermanfaatan menjadi nilai inti perusahaan. Menurut dia, komitmen itu tidak cukup diwujudkan melalui layanan finansial semata.

“Kebermanfaatan tidak hanya diwujudkan melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ratna dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa strategi pertumbuhan bank dijalankan bersama dengan agenda sosial. Pendekatan ini juga menjadi pembeda di tengah persaingan layanan keuangan digital yang semakin ketat.

Kolaborasi donor darah di Sudirman

Komitmen sosial tersebut kemudian diwujudkan lewat kegiatan donor darah di kawasan Sudirman, Jakarta. Bank Aladin Syariah menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta dan Masjid Jenderal Sudirman dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan itu.

Aksi donor darah berlangsung pada 15 April 2026 dan melibatkan karyawan serta masyarakat umum. Kolaborasi ini dirancang agar partisipasi publik semakin luas dan kegiatan sosial dapat menjangkau lebih banyak orang.

Ratna menyebut kegiatan tersebut sebagai cara sederhana untuk memberi dampak besar. “Kami ingin mengajak lebih banyak pihak untuk turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki arti besar dalam menyelamatkan nyawa,” katanya.

Peran masjid diperluas sebagai pusat aktivitas sosial

Kerja sama dengan Masjid Jenderal Sudirman juga memberi makna tambahan bagi pelaksanaan kegiatan sosial. Bank Aladin Syariah ingin mendorong peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan itu, PMI DKI Jakarta menyediakan kuota hingga 100 kantong darah. Stok tersebut diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit di wilayah Jakarta.

Bank Aladin Syariah menegaskan bahwa pertumbuhan layanan keuangan syariah digital akan terus berjalan beriringan dengan kontribusi sosial. Pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui layanan yang aman, mudah, dan inklusif tetap menjadi fokus, sementara dampak sosial diperluas melalui kolaborasi yang konsisten.

Exit mobile version