Kru Gamsunoro Bukan Ancaman, PIS Tegaskan 94 Persen Awak Kapal Pertamina Tetap Indonesia

PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan klarifikasi atas kabar yang beredar di media sosial mengenai awak kapal Gamsunoro yang disebut berasal dari India saat melintasi Selat Hormuz. Perusahaan menegaskan bahwa operasional kapal tetap berjalan sesuai standar internasional dan tidak keluar dari ketentuan yang berlaku dalam industri pelayaran global.

Klarifikasi ini muncul di tengah perhatian publik terhadap komposisi kru kapal milik Pertamina Group yang beroperasi di jalur pelayaran internasional. PIS menekankan bahwa penggunaan kru asing dalam skema tertentu bukan hal baru di bisnis maritim, terutama ketika kapal disewakan kepada pihak ketiga dengan pengelolaan yang melibatkan manajemen kapal internasional.

Operasional kapal tetap mengikuti standar global

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa penggunaan manajemen kapal oleh penyewa merupakan praktik yang lazim dalam bisnis pelayaran dunia. Dalam skema itu, perusahaan tetap memastikan seluruh tenaga kerja memenuhi regulasi dan standar operasional yang ketat, meski ada kru asing yang bertugas di kapal sewaan.

PIS menilai praktik tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing perusahaan di pasar global. Langkah itu juga ditujukan agar peran Indonesia di industri maritim dunia semakin besar melalui pengelolaan armada yang lebih kompetitif dan terbuka pada kerja sama internasional.

Mayoritas kru tetap pelaut Indonesia

Di tengah sorotan terhadap keberadaan kru asing, PIS menegaskan bahwa pelaut Indonesia tetap mendominasi operasional kapal Pertamina. Perusahaan menyampaikan bahwa porsi pelaut Indonesia mencapai 94 persen dari seluruh tenaga kerja maritim di lingkungan operasionalnya.

Vega Pita menyampaikan bahwa dominasi itu menjadi bukti dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan kompetensi talenta nasional. Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, PIS ingin memastikan pelaut Indonesia mampu bersaing di pasar kerja maritim yang semakin terbuka dan menuntut standar tinggi.

Jumlah kru Indonesia jauh lebih besar

Data perusahaan menunjukkan terdapat sekitar 4.090 kru berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di armada Pertamina Group. Mereka bertugas di jalur domestik maupun internasional dan menjadi tulang punggung operasional kapal milik grup tersebut.

Sementara itu, jumlah pelaut asing yang tercatat berada di lingkungan perusahaan hanya 278 orang. Proporsi itu setara dengan 6 persen dari total awak kapal di bawah naungan Pertamina Group, sehingga komposisi kru tetap didominasi tenaga kerja nasional.

Skema sewa untuk pasar global

Kapal Gamsunoro saat ini diketahui melayani pasar global di wilayah Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika melalui skema sewa pihak ketiga. Model bisnis ini membuat armada Pertamina dapat terlibat lebih luas dalam rantai pasok angkutan maritim internasional tanpa meninggalkan standar operasional yang diterapkan perusahaan.

PIS melihat ekspansi pasar internasional sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Di sisi lain, langkah itu juga diharapkan memberi kontribusi bagi penerimaan devisa negara melalui sektor angkutan maritim yang terus berkembang.

Fokus pada daya saing dan talenta nasional

Klarifikasi atas isu kru kapal Gamsunoro sekaligus memperlihatkan upaya PIS menjaga reputasi dan transparansi operasional di tengah sorotan publik. Perusahaan menempatkan kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi bisnis, tetapi tetap menjaga porsi besar pelaut Indonesia dalam aktivitas pelayarannya.

Dengan komposisi kru yang masih didominasi pekerja nasional, PIS menegaskan arah pengembangan perusahaan tetap sejalan dengan penguatan talenta maritim Indonesia. Di saat yang sama, keterlibatan dalam pasar global diposisikan sebagai jalan untuk memperluas jangkauan usaha dan meningkatkan peran Indonesia di industri pelayaran dunia.

Exit mobile version