Kevin Warsh akan menjalani uji kelayakan sebagai calon tunggal Gubernur Federal Reserve pilihan Presiden Donald Trump di hadapan Komite Perbankan Senat Amerika Serikat. Sidang yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 pukul 10.00 waktu setempat itu diperkirakan menjadi salah satu yang paling ketat dalam sejarah bank sentral AS.
Pencalonan mantan anggota Dewan Gubernur The Fed periode 2006-2011 ini langsung menyedot perhatian pasar keuangan. Fokus utamanya tertuju pada pertanyaan besar soal independensi kebijakan moneter dan sejauh mana Warsh akan menjaga jarak dari tekanan politik Gedung Putih.
Sorotan utama di Senat
Warsh diperkirakan akan berhadapan dengan pertanyaan tajam dari para senator mengenai arah suku bunga. Isu itu menjadi sensitif karena sikapnya kini dinilai lebih sejalan dengan dorongan Trump untuk memangkas suku bunga.
Perubahan pandangan tersebut menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan dalam proses uji kelayakan. Warsh sebelumnya sempat menilai pada Juli 2025 bahwa kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan dapat mendorong pertumbuhan tanpa memicu kenaikan harga yang berarti.
Namun, konteks global telah berubah setelah konflik AS-Israel dengan Iran. Perubahan situasi ini membuat pandangan terhadap laju inflasi, pertumbuhan, dan kebijakan suku bunga ikut menjadi bahan uji dalam sidang Senat.
Tekanan dari isu independensi The Fed
Kalangan pasar mencermati proses ini bukan hanya karena soal kebijakan suku bunga, tetapi juga karena posisi Warsh terhadap independensi The Fed. Bank sentral AS selama ini dikenal menjaga jarak dari pengaruh politik agar keputusan moneter tetap fokus pada stabilitas ekonomi.
Dalam sidang nanti, Warsh diperkirakan harus menjelaskan bagaimana ia akan menyeimbangkan tuntutan kebijakan dari pemerintah dengan mandat bank sentral. Pertanyaan itu makin penting karena pencalonannya datang di tengah perhatian besar terhadap hubungan The Fed dengan Gedung Putih.
Bloombergtechnoz melaporkan bahwa pertanyaan mengenai hubungan Warsh dengan Gedung Putih menjadi salah satu aspek yang paling disorot. Hal ini menunjukkan bahwa proses uji kelayakan tidak hanya akan menguji kapasitas teknisnya, tetapi juga komitmennya terhadap otonomi kebijakan moneter.
Hambatan dari penyelidikan DOJ
Di luar isu kebijakan, Warsh juga menghadapi hambatan serius dari penyelidikan Departemen Kehakiman atau DOJ terkait renovasi gedung The Fed. Masalah ini menambah kompleksitas proses pencalonan karena memunculkan resistensi di lingkungan legislatif.
Senator Partai Republik Thom Tillis bahkan menyatakan sikap tegas terhadap proses yang sedang berjalan. Ia menegaskan tidak akan memberikan suara untuk Warsh sampai investigasi tersebut benar-benar selesai.
Pernyataan itu menambah tekanan politik bagi Warsh menjelang sidang kelayakan di Senat. Selama ini, DOJ juga belum memberikan sinyal untuk menghentikan penyelidikan terhadap renovasi gedung bank sentral tersebut.
Pertanyaan soal neraca dan kesepakatan 1951
Selain suku bunga dan isu investigasi, Warsh juga diperkirakan akan ditanya tentang rencana penyusutan neraca keuangan The Fed yang kini mencapai US$6,7 triliun. Rencana semacam itu dipandang memiliki risiko tinggi karena bisa memengaruhi likuiditas di pasar uang global.
Para senator juga kemungkinan menyoroti usulan Warsh untuk meninjau kembali kesepakatan tahun 1951 antara The Fed dan Departemen Keuangan. Kesepakatan itu selama ini menjadi fondasi penting yang memperkuat independensi kebijakan bank sentral dari intervensi pemerintah.
Dengan sejumlah isu sensitif tersebut, uji kelayakan Warsh diperkirakan berlangsung panas dan sarat tekanan. Hasil sidang ini akan menjadi penentu awal bagi langkah berikutnya dalam proses pencalonannya sebagai Gubernur Federal Reserve.
