Stabilitas Tarik Investor, Target Investasi Rp2.041 Triliun Makin Dekat Tercapai

Pemerintah menyatakan keyakinan bahwa target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun akan tercapai. Keyakinan itu muncul setelah realisasi investasi pada triwulan I 2026 sudah menembus Rp498,8 triliun dan tumbuh 7,2% secara tahunan.

Capaian tersebut setara 24,4% dari target tahunan. Angka itu memberi sinyal awal yang dinilai kuat, terutama karena minat investor dari luar negeri masih terjaga stabil.

Minat investor masih kuat

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan pemerintah terus bertemu langsung dengan para investor. Dari pertemuan itu, ia melihat minat investasi tetap tinggi dan tidak menunjukkan pelemahan yang berarti.

“KamI cukup optimistis target ini bisa tercapai. Kami bertemu langsung dengan para investor, dan minat mereka masih sangat tinggi,” ujar Rosan.

Rosan menilai kepercayaan itu tidak muncul tanpa alasan. Stabilitas ekonomi dan politik disebut masih menjadi daya tarik utama Indonesia di mata investor global.

Stabilitas dan pendekatan aktif pemerintah

Pemerintah juga dinilai lebih aktif dalam membangun komunikasi langsung dengan pelaku usaha internasional. Presiden Prabowo disebut rutin bertemu investor global dalam setiap kunjungan luar negeri untuk menjelaskan arah kebijakan dan mendengar langsung masukan mereka.

Langkah tersebut dianggap penting karena investor membutuhkan kepastian mengenai iklim usaha. Dalam situasi global yang masih penuh ketidakpastian, kepastian arah kebijakan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam keputusan investasi.

Sektor yang ikut mendorong kenaikan

Dorongan investasi datang dari sejumlah sektor strategis, terutama data center dari investor Barat seperti AS dan Eropa. Hilirisasi industri juga terus mencatat porsi yang semakin besar dalam struktur investasi nasional.

Kontribusi hilirisasi kini berada di kisaran 29%–30% dari total investasi. Angka itu meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 24%–25%, menandakan penguatan aktivitas investasi di sektor bernilai tambah.

Rosan menyebut tren tersebut sangat positif dan berpeluang berlanjut. Selain industri besar, pemerintah juga melihat potensi lain dari hilirisasi kelapa di Morowali, aquaculture seperti rumput laut, dan sektor-sektor turunan yang bisa menjadi sumber pertumbuhan investasi berikutnya.

Investasi menjadi pendorong ekonomi

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa investasi akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya. Pemerintah menargetkan investasi bisa menyumbang lebih dari 30% terhadap PDB.

Optimisme itu juga didukung oleh tambahan investasi dari Danantara. Dalam pandangan pemerintah, kombinasi antara minat investor yang tetap kuat, peran hilirisasi, dan masuknya investasi baru akan membantu menjaga laju pencapaian target tahunan.

Di sisi lain, Indonesia masih dipandang menarik dalam lanskap regional. Saat pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya 3,2%, ASEAN diproyeksikan tumbuh 4,7%, dan Indonesia disebut berpotensi tumbuh di atas rata-rata kawasan serta sejajar dengan Filipina.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version