Harga BBM Pertamina Masih Tinggi 25 April 2026, Kenaikan Serentak Tekan Dompet Di Seluruh SPBU

Harga BBM Pertamina hari ini, Sabtu 25 April 2026, masih bertahan tinggi di seluruh SPBU setelah kebijakan penyesuaian tarif diberlakukan secara nasional sejak pekan lalu. Kondisi ini membuat biaya pengisian bahan bakar di berbagai daerah tetap terasa berat bagi konsumen, terutama karena kenaikan menyentuh hampir semua jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga yang berlaku masih mengikuti penyesuaian yang mulai diterapkan pada 18 April lalu. Data terbaru menunjukkan Pertalite, yang masuk kategori RON 90, berada di Rp 11.500 per liter dari sebelumnya Rp 10.000 per liter.

Harga BBM Pertamina Masih Tinggi di Banyak Jenis

Kenaikan tidak hanya terjadi pada Pertalite. Pertamax RON 92 kini dibanderol Rp 14.800 per liter di wilayah Pulau Jawa, lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 12.300 sampai Rp 12.900 per liter, tergantung wilayah.

Untuk jenis bensin beroktan lebih tinggi, Pertamax Turbo RON 98 juga ikut naik menjadi Rp 16.100 per liter. Sementara itu, sektor diesel turut terkena penyesuaian dengan Biosolar CN 48 naik ke Rp 8.200 per liter dari Rp 6.800 per liter.

Dexlite CN 51 menjadi salah satu yang paling menonjol pergerakannya karena kini berada di Rp 16.500 per liter. Sebelumnya, harga produk diesel non-subsidi ini tercatat di kisaran Rp 13.500 per liter, sehingga beban pengguna kendaraan diesel terasa lebih besar.

Perbandingan Harga Sebelum dan Sesudah Penyesuaian

Berikut ringkasan perubahan harga BBM Pertamina yang tercantum dalam data referensi:

  1. Pertalite RON 90: Rp 10.000 menjadi Rp 11.500 per liter
  2. Pertamax RON 92: Rp 12.300 menjadi Rp 14.800 per liter
  3. Pertamax Turbo RON 98: Rp 13.400 menjadi Rp 16.100 per liter
  4. Biosolar CN 48: Rp 6.800 menjadi Rp 8.200 per liter
  5. Dexlite CN 51: Rp 13.500 menjadi Rp 16.500 per liter

Perubahan harga tersebut menggambarkan penyesuaian yang tidak kecil dalam waktu singkat. Banyak pengendara kini harus menghitung ulang kebutuhan harian, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan untuk mobilitas kerja dan usaha.

Respons Pengguna Kendaraan di Lapangan

Di tengah penyesuaian harga ini, pertanyaan soal biaya BBM menjadi topik yang sering muncul di SPBU. Pengemudi ojek daring, pemilik motor, dan pengguna kendaraan pribadi sama-sama merasakan dampaknya karena pengeluaran rutin untuk bahan bakar langsung meningkat.

Kondisi ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap efek lanjutan ke biaya operasional lain. Saat harga energi naik, masyarakat biasanya ikut mewaspadai potensi kenaikan pada barang dan jasa yang membutuhkan distribusi logistik berbahan bakar.

Dilansir dari CNBC Indonesia, daftar harga terbaru ini telah diterapkan serentak di SPBU seluruh Indonesia untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah tingginya permintaan pasar global. Dalam laporan yang sama, kenaikan disebut dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS.

Perbedaan Harga Antarwilayah Tetap Ada

Meski tarif nasional sudah mengalami penyesuaian, harga di sejumlah wilayah masih dapat berbeda. Laporan referensi menyebutkan daerah di Sumatera seperti Riau dan Sumatera Barat umumnya memiliki harga sedikit lebih tinggi dibandingkan Aceh atau Pulau Jawa.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh komponen pajak bahan bakar kendaraan bermotor atau PBBKB di masing-masing provinsi. Karena itu, harga di luar Pulau Jawa bisa selisih sekitar Rp 200 hingga Rp 500 per liter, tergantung kebijakan pajak daerah.

Kondisi harga BBM Pertamina yang masih tinggi hari ini membuat banyak konsumen memilih memperhatikan kanal resmi sebelum mengisi bahan bakar. Pemantauan harga secara berkala menjadi penting, terutama karena perubahan tarif seperti ini dapat langsung memengaruhi pengeluaran harian masyarakat di berbagai daerah.

Terkait