Tribuana Tunggadewi Raih Penghargaan Top Women, Saat Pegadaian Membentuk Organisasi Masa Depan

Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, meraih penghargaan “Top Women in Shaping Future Ready Organization” dalam ajang Top Women Fest CNBC Indonesia 2026. Penghargaan ini diberikan di Sarinah Thamrin, Jakarta, pada Jumat (24/04) dengan tema “A Celebration of Powerful Women: Strong Women, Strong Economy.”

Pencapaian tersebut menegaskan peran Tribuana dalam mendorong transformasi sumber daya manusia di Pegadaian. Perusahaan menilai kepemimpinannya berhasil membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan, namun tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan kerja.

Pengakuan atas transformasi human capital

Ajang penghargaan ini dihadiri sejumlah tokoh perempuan dan pejabat publik, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Stella Chistie. Kehadiran mereka memperkuat sorotan pada peran perempuan dalam membentuk organisasi dan ekonomi yang lebih kuat.

Bagi Pegadaian, penghargaan ini bukan hanya capaian individu, tetapi juga cerminan arah transformasi internal perusahaan. Fokus utama tetap pada pengembangan manusia sebagai pusat perubahan, di tengah percepatan digitalisasi bisnis yang menuntut organisasi bergerak lebih cepat dan tetap relevan.

Filosofi EMAS jadi dasar kepemimpinan

Keberhasilan Tribuana juga dikaitkan dengan penerapan filosofi kepemimpinan “EMAS” yang ia dorong di lingkungan perusahaan. Filosofi ini menempatkan pendekatan humanis sebagai inti dari perubahan organisasi agar transformasi tidak kehilangan sentuhan personal.

Empat pilar utama dalam filosofi tersebut terdiri dari Empower, Mindful, Authentic, dan Significant Impact. Setiap pilar memberi arah bagi budaya kerja yang lebih kolaboratif, terbuka, dan berorientasi pada hasil yang berdampak.

Empower mendorong semangat bergerak maju bersama. Mindful menekankan pentingnya mendengar sebelum berbicara dan memahami sebelum memutuskan.

Authentic menuntut pemimpin menjadi teladan yang kredibel dan dapat dipercaya. Significant Impact menegaskan bahwa perubahan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pendekatan itu membuat setiap pembaruan di Pegadaian tetap berpijak pada kesejahteraan manusia. Hal ini berlaku untuk internal organisasi maupun nasabah yang menjadi pusat layanan perusahaan.

Kepemimpinan yang mengutamakan keteladanan

Dalam kesempatan penerimaan penghargaan, Tribuana menegaskan bahwa pemimpin perlu hadir sebagai inspirator bagi tim. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak bergantung pada pemaksaan, melainkan pada kemampuan mengajak melalui keteladanan.

“Memimpin dengan hati adalah tentang bagaimana kita melakukan empowerment,” ujar Dewi. Ia juga menekankan bahwa integritas yang tinggi akan membantu pemimpin menjadi role model yang membentuk lingkungan kerja positif.

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya Pegadaian membangun budaya kerja yang suportif dan adaptif. Perusahaan memandang kepemimpinan perempuan sebagai faktor penting dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih setara, inklusif, dan berkelanjutan.

Dampak bagi Pegadaian dan agenda pemberdayaan

Penghargaan ini memperkuat posisi Pegadaian sebagai organisasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis. Perusahaan juga menempatkan pengembangan talenta sebagai bagian penting dari misi yang lebih besar, yaitu MengEMASkan Indonesia.

Melalui keterlibatan aktif di berbagai forum strategis, Pegadaian terus menunjukkan komitmen untuk membangun ruang kerja yang mendukung pertumbuhan insan perusahaan. Di saat yang sama, pendekatan human capital yang dijalankan Tribuana memberi sinyal bahwa transformasi bisnis dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Source: www.viva.co.id
Terkait