Pemerintah mencatat realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp70,2 triliun hingga 27 April 2026. Jumlah itu setara 20,9 persen dari total pagu APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp335 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan program prioritas ini terus berjalan dengan penyerapan anggaran yang cukup besar. Namun, data Kementerian Keuangan juga memperlihatkan laju pertumbuhan realisasi mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir.
Penyerapan anggaran mulai melandai
Berdasarkan data yang dilansir Bloombergtechnoz pada Jumat (1/5/2026), pertumbuhan penyerapan anggaran MBG sempat sangat tinggi pada Februari. Saat itu, realisasi tercatat tumbuh 99,36 persen, lalu turun menjadi 41,99 persen pada Maret dan kembali melemah ke 26,85 persen pada April 2026.
Perlambatan ini memberi gambaran bahwa ekspansi program masih berlangsung, tetapi kecepatannya tidak lagi setajam awal periode. Meski begitu, besarnya nilai serapan tetap menempatkan MBG sebagai salah satu pos belanja yang menonjol dalam APBN.
Jangkauan penerima manfaat terus meluas
Dari sisi pelaksanaan, program MBG telah menjangkau 61,96 juta orang hingga akhir April 2026. Jangkauan itu didukung oleh operasional 27.735 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang menjadi tulang punggung distribusi layanan.
Jika dibandingkan dengan posisi Oktober tahun sebelumnya yang baru mencapai 39,7 juta jiwa, angka penerima manfaat kini terlihat jauh lebih besar. Kenaikan ini menunjukkan perluasan akses program terjadi dalam skala yang signifikan.
Komposisi penerima manfaat juga masih didominasi oleh siswa. Kelompok ini mencapai 48,9 juta orang, sedangkan penerima non-siswa tercatat 13,1 juta orang.
Posisi MBG dalam belanja negara
Secara makro, Kementerian Keuangan melaporkan total belanja negara hingga akhir Maret 2026 berada pada Rp815 triliun. Nilai itu tumbuh 31,4 persen secara tahunan, menandakan aktivitas belanja pemerintah berjalan lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Di sisi penerimaan, negara telah mengumpulkan Rp574,9 triliun pada periode yang sama. Kontributor utamanya berasal dari sektor perpajakan dengan nilai Rp462,7 triliun.
Kondisi itu membuat posisi defisit anggaran hingga Maret 2026 tercatat Rp240,1 triliun. Jika dihitung terhadap Produk Domestik Bruto, defisit tersebut setara 0,93 persen PDB.
Dengan realisasi Rp70,2 triliun, program Makan Bergizi Gratis kini menjadi salah satu komponen penting dalam dinamika belanja negara. Besarnya serapan, meluasnya penerima manfaat, dan peran ribuan SPPG menunjukkan program ini telah bergerak dari tahap awal menuju skala pelaksanaan yang jauh lebih besar.
