Garuda Indonesia Masuk 24 Besar Maskapai Dunia 2026, Dari Program Penyehatan Ke Panggung Elit Global

Garuda Indonesia kembali menarik perhatian industri penerbangan dunia setelah masuk daftar The World’s Best Full-Service Airlines for 2026 versi AirlineRatings.com. Maskapai nasional itu menempati peringkat ke-24 dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di jajaran 25 besar maskapai layanan penuh terbaik dunia.

Pencapaian ini muncul di tengah proses transformasi internal yang sedang dijalankan Garuda Indonesia. Penilaian AirlineRatings.com didasarkan pada pengalaman pengguna jasa, peningkatan kualitas produk di dalam pesawat, dan standar pelayanan awak kabin.

Sinyal positif di tengah pemulihan perusahaan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut capaian ini sebagai sinyal positif bagi program pemulihan yang masih berjalan. Ia menilai pengakuan tersebut mencerminkan progres dari transformasi perusahaan di tengah dinamika industri penerbangan global yang penuh tantangan.

Manajemen Garuda Indonesia juga melihat penghargaan ini sebagai dorongan untuk mempercepat perbaikan di seluruh lini bisnis. Fokusnya tidak hanya pada layanan, tetapi juga pada optimalisasi operasional dan pengembangan digitalisasi layanan secara berkelanjutan.

Glenny menegaskan bahwa program transformasi akan terus diakselerasikan secara menyeluruh. Pendekatan yang dipakai disebut berkelanjutan, adaptif, dan terukur untuk meningkatkan standar layanan bertaraf internasional.

Daftar 25 besar didominasi maskapai Asia dan Timur Tengah

Pada daftar 25 besar versi AirlineRatings.com, posisi puncak ditempati Qatar Airways. Setelah itu menyusul Cathay Pacific di peringkat kedua dan Singapore Airlines di posisi ketiga.

Deretan lima besar juga diisi Korean Air dan STARLUX Airlines. Di bawahnya terdapat Japan Airlines, Turkish Airlines, Emirates, Air New Zealand, dan Etihad Airways yang melengkapi 10 besar.

Masuknya Garuda Indonesia di peringkat ke-24 menempatkannya satu tingkat di atas LOT Polish Airlines. Di atas Garuda, terdapat Saudia Airlines, Fiji Airways, Thai Airways, Malaysia Airlines, Air France, dan KLM Royal Dutch Airlines.

Riwayat tantangan dan dorongan untuk pembenahan

Sebelum masuk daftar ini, Garuda Indonesia sempat menghadapi tekanan lain dari lembaga pemeringkat berbeda, Skytrax. Pada 6 Maret 2026, status layanan perusahaan turun menjadi maskapai bintang 4 karena proses restrukturisasi yang memprioritaskan kesehatan keuangan.

Skytrax menyoroti bahwa sejumlah produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta serta Denpasar perlu segera dimodernisasi. Lembaga itu juga menyebut Garuda Indonesia pernah berstatus bintang 5 sebelum penurunan peringkat tersebut.

Kondisi itu membuat Garuda Indonesia menyusun peta jalan komprehensif untuk pembenahan layanan. Revitalisasi fasilitas darat dan lounge menjadi bagian dari agenda yang disiapkan perusahaan.

Dalam pengembangan pengalaman penumpang, Garuda Indonesia tetap memakai konsep “5 senses”. Pendekatan itu mencakup unsur penglihatan, suara, aroma, rasa, dan sentuhan untuk memperkuat kualitas layanan di dalam perjalanan.

Masuknya Garuda Indonesia ke daftar maskapai terbaik dunia 2026 memberi posisi penting bagi maskapai pelat merah itu di panggung global. Di saat industri penerbangan masih menuntut efisiensi dan peningkatan layanan, pengakuan dari AirlineRatings.com menjadi salah satu indikator bahwa proses transformasi Garuda mulai terlihat hasilnya.

Terkait