Citigroup menarik perhatian pasar setelah resmi menunjuk Viswas Raghavan sebagai Kepala Perbankan baru dengan paket gaji senilai 52 juta dolar AS. Rekrutmen ini terjadi hanya tiga hari setelah ia meninggalkan JPMorgan Chase pada Februari 2024, setelah dua dekade berkarier di bank tersebut.
Langkah Citigroup langsung menjadi sorotan karena terjadi di tengah riwayat perpindahan yang tidak biasa. Financial Times melaporkan bahwa Raghavan disebut mendapat informasi di JPMorgan bahwa dirinya tidak memiliki masa depan jangka panjang di sana.
Sorotan pada proses rekrutmen
Citigroup membela keputusan itu dan menyebut proses perekrutan dilakukan secara ketat sesuai prosedur perusahaan. Dalam pernyataannya, Citigroup mengatakan bahwa proses bergabungnya Viswas telah disalahartikan oleh berbagai pihak luar.
Menurut Citigroup, proses tersebut dimulai pada Januari 2024, berlangsung lebih dari sebulan, dan melibatkan pemeriksaan internal serta eksternal. Proses itu juga disebut melibatkan partisipasi langsung dari pimpinan senior Citigroup dan dewan direksi.
Latar belakang karier Raghavan
Raghavan adalah lulusan Fisika dari Universitas Bombay. Sebelum pindah ke Citigroup, ia menjabat sebagai Kepala Perbankan Investasi Global di JPMorgan.
Pengalaman Raghavan di JPMorgan juga mencakup kepemimpinan operasi di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sejak 2017. Posisi itu menempatkannya sebagai salah satu eksekutif penting dalam jaringan bisnis global bank tersebut.
Saat ini, Raghavan tercatat sebagai Kepala Perbankan sekaligus Wakil Ketua Eksekutif di Citigroup berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan. Penunjukan itu memperkuat posisinya dalam struktur manajemen puncak bank asal Amerika Serikat tersebut.
Kontroversi yang menyertai perpindahan
Meski memiliki rekam jejak panjang, kepindahan Raghavan tidak lepas dari laporan mengenai keluhan internal terkait perilaku dan kepemimpinannya di JPMorgan. FT menyebut ada dugaan komentar merendahkan yang ia lontarkan terhadap staf di bawah kepemimpinannya.
NDTV pada Jumat (1/5/2026) mengutip sejumlah ungkapan yang disebut berasal dari Raghavan, termasuk “a waste of calories”, “ignorant”, dan “inadequate” untuk menggambarkan karyawan JPMorgan. Laporan yang sama juga menyebut adanya komentar tidak pantas kepada rekan kerja perempuan di hadapan para juniornya.
FT turut melaporkan bahwa masalah perilaku itu sempat berdampak pada pengurangan kompensasi Raghavan di JPMorgan sebelumnya. Laporan tersebut menambah sorotan terhadap proses transisinya ke Citigroup yang berlangsung cepat.
Salah satu komentar yang dikaitkan dengan Raghavan ialah, “now, she was fat,” saat merujuk pada seorang wanita yang menurutnya dulu menarik. Kutipan itu memperkuat gambaran bahwa isu perilaku menjadi bagian dari penilaian terhadap dirinya di lingkungan kerja sebelumnya.
Implikasi bagi Citigroup
Di luar kontroversi itu, sejumlah pihak menilai Raghavan sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Jane Fraser di masa depan. Penilaian tersebut muncul seiring dengan posisi barunya yang langsung menempatkannya dekat dengan pusat pengambilan keputusan Citigroup.
Bagi Citigroup, perekrutan ini menunjukkan upaya memperkuat lini perbankan dengan eksekutif berpengalaman dari rival utama. Namun, besarnya paket gaji dan riwayat yang menyertainya membuat penunjukan Raghavan terus menjadi bahan perhatian di industri perbankan global.
