Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih tahap I telah rampung sepenuhnya dan siap memasuki fase operasional. Progres pembangunan itu disebut sudah mencapai 100 persen pada akhir April 2026.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi di 65 titik tersebut telah selesai. “Kami melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi KNMP tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (3/5/2026).
Operasionalisasi mulai dipersiapkan
Setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah mulai menyiapkan tahap operasionalisasi agar fasilitas yang ada segera dimanfaatkan masyarakat pesisir. Untuk itu, KKP menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026 tentang pembentukan satuan tugas operasionalisasi KNMP.
Trian menjelaskan satgas tersebut akan mengawal kesiapan fasilitas di lapangan. Langkah ini diambil agar seluruh sarana benar-benar berfungsi optimal saat mulai digunakan.
Target pembangunan masih berlanjut
Meski 65 lokasi tahap I sudah selesai, pemerintah masih menargetkan pembangunan 1.300 Kampung Nelayan Merah Putih dapat terealisasi hingga akhir 2026. Program ini diposisikan sebagai bagian dari upaya mendorong swasembada pangan, memperkuat ekonomi biru, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.
Untuk mendukung operasional program, pemerintah juga membuka rekrutmen nasional sebanyak 5.476 posisi. Posisi yang dibutuhkan mencakup manajer operasional, kepala produksi, penjamin mutu, hingga administrasi keuangan.
Kendala pembangunan di lapangan
Dalam pelaksanaannya, pembangunan KNMP di sejumlah lokasi sempat menghadapi hambatan. Trian menyebut faktor lokasi terpencil, persoalan lahan, dan cuaca ekstrem yang terjadi hingga awal 2026 ikut memengaruhi penyelesaian pekerjaan.
Karena itu, KKP menyiapkan pemantauan ketat untuk tahap berikutnya. “Kami akan melakukan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan penyelesaian KNMP tahap II di 35 lokasi lainnya,” kata Trian.
Dengan rampungnya 65 lokasi tahap I, fokus pemerintah kini bergeser pada memastikan fasilitas siap dipakai dan seluruh dukungan operasional berjalan sesuai kebutuhan masyarakat pesisir. Program ini tetap menjadi salah satu agenda utama KKP dalam memperluas manfaat pembangunan kelautan dan perikanan hingga ke wilayah-wilayah nelayan.
Source: www.beritasatu.com






