Apple memasuki kuartal ketiga dengan proyeksi pendapatan yang jauh lebih kuat dari perkiraan pasar. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan penjualan 14 hingga 17 persen untuk periode Juni mendatang, melampaui estimasi rata-rata analis sebesar 9,1 persen.
Respons pasar langsung terlihat pada saham Apple yang naik hampir 4 persen pada perdagangan akhir. Optimisme itu muncul di tengah peringatan perusahaan soal kenaikan biaya chip memori dan kelangkaan pasokan komputer Mac.
Momentum kuat dari kuartal sebelumnya
Sinyal kenaikan tersebut datang setelah Apple mencatat kinerja kuartal kedua yang solid. Total penjualan melonjak 17 persen menjadi US$111,2 miliar atau setara Rp1.928,87 triliun, di atas proyeksi awal perusahaan dan estimasi analis di US$109,7 miliar.
Dorongan utama datang dari tingginya minat pasar terhadap MacBook Neo, iPhone 17e, dan pembaruan iPad Air. Apple juga melihat respons yang kuat dari pengguna baru, bukan hanya dari pelanggan yang melakukan peningkatan perangkat.
Tantangan pasokan masih membayangi
Meski penjualan mencetak rekor, Tim Cook menekankan bahwa masalah pasokan belum mereda. Ia menyebut dampak kekurangan komponen akan terasa lebih besar pada periode berikutnya.
Kendala ketersediaan paling terasa pada Mac mini dan Mac Studio, dua produk yang banyak dipakai untuk pemrosesan kecerdasan buatan. Cook juga mengakui Apple salah memperkirakan tingginya permintaan terhadap desktop tersebut dan MacBook Neo, yang menjadi laptop murah pertama perusahaan.
Beban biaya memori naik
Selain pasokan, Apple menghadapi tekanan biaya produksi yang lebih besar. Cook memproyeksikan kenaikan biaya komponen memori akan terjadi secara signifikan pada kuartal berjalan dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi ini membuat pandangan Apple terhadap kuartal ketiga tetap perlu dibaca dengan hati-hati, meski permintaan produk masih terlihat kuat. Perusahaan berupaya menjaga laju pertumbuhan di tengah rantai pasok yang belum sepenuhnya stabil.
Layanan dan pembelian saham tetap jadi penopang
Di luar perangkat keras, segmen Layanan tetap menjadi mesin pertumbuhan penting. Pendapatan dari unit yang mencakup App Store dan iCloud mencapai US$31 miliar, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Apple juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham hingga US$100 miliar. Di saat yang sama, laba per saham naik menjadi US$2,01, menegaskan bahwa profitabilitas perusahaan masih terjaga di tengah biaya yang meningkat.
Transisi kepemimpinan ikut jadi sorotan
Proyeksi kuat itu juga bertepatan dengan fase penting di jajaran eksekutif. Tim Cook dijadwalkan menyerahkan kursi CEO kepada John Ternus, yang resmi akan menjabat pada 1 September 2026.
Ternus menyatakan komitmennya untuk mempertahankan standar operasional yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Ia juga menyebut Apple memiliki roadmap yang luar biasa di depan dan menggambarkan fase ini sebagai masa paling menarik dalam 25 tahun kariernya di perusahaan.







