Pemerintah Provinsi Zug di Swiss kembali menarik perhatian pelaku industri aset digital setelah menerima pembayaran pajak menggunakan Bitcoin dan kripto lain. Kebijakan ini diposisikan sebagai dukungan nyata terhadap ekosistem blockchain yang sudah lama tumbuh di wilayah yang dikenal sebagai Crypto Valley.
Langkah tersebut juga memberi sinyal kuat bahwa otoritas setempat ingin menjaga Zug tetap relevan sebagai pusat inovasi keuangan. Di saat banyak pemerintah masih berhati-hati, Zug memilih membuka pintu bagi pajak berbasis aset digital sambil tetap membatasi risikonya.
Kripto diterima, tetapi tidak disimpan
Dalam skema yang diterapkan, aset digital yang dipakai untuk membayar pajak tidak disimpan sebagai cadangan kas daerah. Pemerintah daerah langsung mengubahnya ke mata uang resmi, Swiss franc.
Kebijakan ini membuat Zug tetap menerima manfaat dari kemudahan pembayaran kripto tanpa menempatkan kas pemerintah pada risiko fluktuasi harga aset digital. Otoritas setempat menilai pendekatan itu sebagai cara yang lebih aman untuk mengadopsi inovasi finansial.
Head of Economic Affairs Kanton Zug, Silvia Thalmann-Gut, menyebut pemerintah daerah percaya pada potensi positif teknologi desentralisasi. Ia menegaskan keyakinan itu dalam pandangannya terhadap blockchain yang disebutnya sebagai sesuatu yang baik.
Sinyal ke dunia soal keuangan digital
Silvia mengatakan kebijakan ini juga ingin mengirim pesan ke dunia bahwa keuangan digital layak mendapat tempat. Ia menilai penerimaan pajak dengan kripto bukan langkah spekulatif, melainkan penegasan dukungan terhadap teknologi baru.
Menurutnya, risiko dari skema tersebut bukan persoalan besar bagi pemerintah daerah. Pernyataan itu sejalan dengan keputusan Zug untuk segera menukar kripto yang diterima menjadi Swiss franc.
Keputusan ini menonjolkan aspek kepercayaan terhadap ekosistem digital, bukan pencarian keuntungan dari kepemilikan aset kripto. Dengan begitu, pemerintah daerah tetap menjaga prinsip kehati-hatian sambil tetap ramah terhadap inovasi.
Dibangun bersama Crypto Valley
Skema pembayaran pajak berbasis kripto di Zug disebut sudah berjalan selama delapan tahun terakhir. Periode itu menunjukkan bahwa kebijakan tersebut bukan eksperimen sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung Crypto Valley.
Keberhasilan kawasan itu tidak hanya bergantung pada pemerintah. Komunikasi intensif antara pemerintah, pelaku industri baru, dan sektor perbankan konvensional Swiss ikut membentuk dasar penerimaan yang lebih luas.
Silvia menjelaskan bahwa proses membangun pemahaman bersama itu tidak mudah. Pemerintah daerah harus membawa pihak-pihak terkait ke meja yang sama untuk menjelaskan sekaligus memahami kekhawatiran bank dan industri tradisional.
Proses mediasi dan penyamaan persepsi tersebut memakan waktu panjang. Menurut Silvia, upaya membangun kepercayaan antarsektor itu membutuhkan waktu hingga 10 tahun sebelum ekosistem yang lebih terbuka bisa terbentuk.
Dampak bagi posisi Zug di Swiss
Di tengah pelaksanaan Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 yang berlangsung di Zug, kebijakan pajak kripto ini semakin menegaskan posisi daerah tersebut sebagai laboratorium kebijakan digital. Zug tampil bukan hanya sebagai lokasi forum bisnis, tetapi juga sebagai contoh bagaimana regulasi bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan blockchain.
Pendekatan ini membuat Zug terlihat berhati-hati sekaligus progresif. Pemerintah menerima aset digital, tetapi tetap menjaga stabilitas fiskal dengan konversi langsung ke Swiss franc.







