Likuiditas Pasar Modal Tetap 1,33 Kali, Investor Domestik Justru Menjaga Stabilitas April 2026

Likuiditas pasar modal Indonesia masih terjaga stabil meski tekanan volatilitas global belum mereda. Otoritas Jasa Keuangan mencatat indikator pasar tetap kuat pada April 2026, dengan dukungan spread bid-ask saham yang rendah dan pertumbuhan investor domestik yang terus berlanjut.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut indikator likuiditas pasar berada di level 1,33 kali selama April 2026. Ia menilai resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga baik di tengah dinamika geopolitik yang memicu gejolak pasar keuangan global.

Obligasi dan aliran dana asing ikut menopang pasar

Di pasar obligasi, tren positif juga terlihat dari kenaikan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) sebesar 0,74 persen secara tahunan menjadi 436,38. Penurunan rata-rata yield Surat Berharga Negara sebesar 3,9 basis poin ikut memperkuat sentimen di instrumen pendapatan tetap.

OJK juga mencatat investor non-residen membukukan net buy Rp8,8 triliun di pasar SBN secara month-to-date hingga 29 April 2026. Arus beli tersebut menjadi salah satu penopang likuiditas di tengah sikap pelaku pasar yang cermat membaca arah sentimen global.

Reksa dana dan pembiayaan korporasi terus bertumbuh

Di industri pengelolaan investasi, Nilai Aktiva Bersih reksa dana naik 2,32 persen secara bulanan menjadi Rp711,89 triliun. Kinerja itu ditopang total net subscription Rp37,24 triliun sejak awal 2026, yang menunjukkan minat investor terhadap produk kolektif masih kuat.

Dari sisi pendanaan dunia usaha, pasar modal kembali berperan sebagai sumber pembiayaan korporasi. OJK mencatat total penghimpunan dana mencapai Rp56,35 triliun per April 2026, sementara 71 rencana penawaran umum masih berada dalam pipeline perizinan.

Basis investor makin lebar

Pertumbuhan investor menjadi salah satu sinyal paling menonjol dari kondisi pasar saat ini. Sepanjang April 2026, jumlah investor bertambah 1,74 juta orang sehingga total investor pasar modal Indonesia mencapai 26,49 juta orang.

Secara year-to-date, jumlah tersebut naik 30,06 persen dan memperlihatkan perluasan partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Kenaikan ini turut memperkuat fondasi likuiditas karena aktivitas investor domestik semakin besar di berbagai segmen.

Derivatif, SCF, dan karbon ikut memberi warna

Aktivitas di instrumen lain juga menunjukkan geliat yang terjaga. Securities crowdfunding telah menghimpun dana Rp1,93 triliun, sedangkan pasar derivatif mencatat volume transaksi kumulatif 143.217 lot.

Di Bursa Karbon, IDXCarbon membukukan nilai transaksi Rp93,75 miliar dari 1,98 juta ton CO2 ekuivalen. Capaian di beberapa lini ini memperlihatkan bahwa kedalaman pasar modal tidak hanya bertumpu pada saham dan obligasi, tetapi juga pada instrumen pendukung lain yang semakin aktif digunakan.

Exit mobile version