CNG Tabung 3 Kg Diuji Ganti Elpiji, Rp 140 Triliun Devisa Terancam Tersedot Impor

Author: Qoo Media

Pemerintah mulai menguji penggunaan compressed natural gas atau CNG untuk tabung 3 kilogram sebagai pengganti elpiji. Langkah ini muncul di tengah beban impor energi yang terus menyedot devisa negara setiap tahun.

Fokus uji coba saat ini ada pada keamanan dan kesiapan tabung agar teknologi itu benar-benar layak dipakai rumah tangga. Pemerintah juga ingin memastikan bentuk akhir produk tidak menyulitkan konsumen kecil di lapangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pengujian masih berjalan untuk tabung 3 kg. Ia menyebut pemerintah sedang melakukan exercise dan tes teknis sebelum produksi massal dimulai.

Dari industri ke rumah tangga

CNG sebenarnya sudah lebih dulu dipakai di sektor industri. Penggunaannya selama ini berjalan pada tabung berukuran 12 kg dan 20 kg.

Masalahnya, tabung sebesar itu dinilai tidak cocok untuk kebutuhan rumah tangga. Karena itu, penyesuaian bobot menjadi salah satu pekerjaan utama agar penggunaan gas terkompresi ini bisa diterima masyarakat luas.

Bahlil menekankan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat dipaksa memakai tabung yang terlalu berat. Menurut dia, pengembangan tabung 3 kg sudah dikerjakan sejak setahun lalu dan kini masuk tahap pengujian teknologi.

Menunggu lampu hijau keamanan

Sebelum distribusi luas dilakukan, pemerintah masih menunggu penilaian keamanan dari Lemigas. Persetujuan dari lembaga tersebut menjadi syarat penting untuk memastikan aspek keselamatan benar-benar terpenuhi.

Bahlil mengatakan tabung harus dinyatakan prudent dan ditandatangani Lemigas agar bisa melangkah ke tahap berikutnya. Ia menambahkan, dari sisi pasokan gas, Indonesia berada dalam kondisi oversupply sehingga ketersediaan bahan baku bukan hambatan utama.

Beban impor elpiji jadi pendorong

Dorongan utama transisi ke CNG datang dari tingginya ketergantungan terhadap impor elpiji. Pemerintah mencatat impor elpiji mencapai 8,6 juta ton per tahun untuk konsumsi domestik.

Nilai impor itu setara dengan pengeluaran devisa sekitar Rp 130 triliun hingga Rp 140 triliun per tahun. Bahlil menilai angka tersebut sangat besar, terlebih jika harga minyak dunia naik seperti kondisi saat ini.

Dengan latar itu, uji coba CNG tabung 3 kg diposisikan sebagai upaya mengurangi tekanan impor energi. Pemerintah berharap teknologi tersebut bisa menjadi opsi yang lebih efisien tanpa mengorbankan aspek keamanan bagi pengguna rumah tangga.

Terbaru