IHSG diperkirakan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, dengan dukungan akumulasi beli selektif di sektor perbankan dan teknologi. Namun, laju penguatan indeks masih berpeluang tertahan saat IHSG menguji resisten terdekat setelah sempat tertekan volatilitas pada sesi sebelumnya.
Pasar juga mulai mencermati kembalinya arus masuk modal asing setelah sebelumnya mencatat aksi jual bersih yang cukup signifikan. Di saat yang sama, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi domestik dan kinerja laporan keuangan kuartal pertama emiten besar di Bursa Efek Indonesia.
IHSG Masih di Area Konsolidasi Positif
Secara teknikal, IHSG berada dalam rentang konsolidasi yang dinilai masih positif berdasarkan data historis dan pergerakan bursa global. Meski Dow Jones dan S&P 500 di Amerika Serikat sempat ditutup melemah tipis, pasar domestik dinilai cukup tahan karena pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil.
Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG berada di level 7.313 setelah turun 0,11%. Dalam periode yang sama, Dow Jones turun 0,52% ke 46.358,42, S&P 500 melemah 0,28% ke 6.735,11, dan Nasdaq terkoreksi 0,08% ke 23.024,62.
Fokus Pasar Bergeser ke Saham Berfundamental Kuat
Investor mulai mencermati saham-saham dengan fundamental kuat, terutama yang punya eksposur pada pemulihan daya beli masyarakat dan digitalisasi ekonomi. Kondisi ini membuat sektor perbankan dan teknologi kembali masuk radar utama pelaku pasar.
Fenomena teknikal juga ikut menjadi perhatian saat indeks mencoba menembus level psikologis baru. Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung selektif dan lebih berhati-hati terhadap pergerakan yang hanya didorong sentimen jangka pendek.
Sektor Bank Digital Masih Menarik Dicermati
Di tengah optimisme pasar, prospek bank digital pada 2026 masih menjadi sorotan investor yang mencari pertumbuhan agresif. ARTO, misalnya, memproyeksikan ekspansi kredit di kisaran 25% hingga 30% pada tahun ini dengan Net Interest Margin atau NIM yang terjaga di level 8,5%.
Meski begitu, investor tetap perlu memperhatikan kenaikan Cost of Credit yang diperkirakan naik ke rentang 4,1% hingga 4,6%. Artinya, ekspansi kredit yang tinggi tetap harus diimbangi pengawasan kualitas aset agar laba bersih tetap terjaga.
Watchlist Saham Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, saham-saham yang masuk pantauan dinilai punya karakter berbeda sesuai sektor dan katalisnya. BBCA dan BMRI masih dipandang menarik untuk investasi jangka panjang, sementara ARTO dan GOTO patut diperhatikan bila mampu bertahan di atas support kuat.
TPIA dan EXCL juga menunjukkan pola akumulasi yang cukup konsisten dalam sepekan terakhir. Di sisi lain, MBMA ikut menjadi sorotan seiring kenaikan harga komoditas nikel di pasar internasional.
Level Penting IHSG dan Strategi Jangka Pendek
Secara teknikal, support IHSG diperkirakan berada di kisaran 7.265, sedangkan resistance terdekat ada di 7.355. Area ini menjadi acuan penting untuk membaca apakah penguatan IHSG masih bisa berlanjut atau kembali tertahan.
Investor juga diminta disiplin menentukan stop loss dan target price saat bertransaksi. Di tengah pasar yang dinamis dan rupiah yang masih fluktuatif terhadap dolar AS, strategi buy on weakness di area dukungan tetap dipandang relevan untuk sebagian pelaku pasar.






