Kapal Perang Rusia Lepas Tembakan Peringatan ke Yacht Inggris, Ketegangan di Selat Inggris Memanas

Sebuah fregat Rusia melepaskan tembakan peringatan di dekat sebuah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris setelah dua kapal itu berada dalam jarak yang sangat dekat. Insiden itu menambah ketegangan di jalur laut yang sudah sibuk, meski pemerintah Inggris menyebutnya sebagai peristiwa terpisah dan bukan bagian dari operasi lain di wilayah yang sama.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kejadian itu adalah “insiden terisolasi”. Otoritas Inggris juga menegaskan insiden tersebut tidak terkait dengan penyitaan sebuah tanker armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada hari Minggu sebelumnya.

Kronologi pertemuan di laut

Insiden melibatkan fregat Rusia Admiral Grigorovich dan terjadi di antara Isle of Wight dan Normandia, tak lama sebelum tengah hari. Peristiwa itu berlangsung sekitar 20 mil laut, atau sekitar 23 mil biasa, di selatan Isle of Wight, di luar perairan teritorial Inggris.

British officials menerima laporan dari penumpang yacht bahwa kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan dari jarak sekitar 500 yard, atau 457 meter. Jarak itu dinilai relatif dekat untuk standar pelayaran laut.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Seorang juru bicara MoD menyebut tembakan peringatan itu tidak diarahkan ke kapal pesiar dan dilakukan untuk mencegah kemungkinan tabrakan.

Versi masing-masing pihak

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan yacht itu bergerak dengan “pendekatan berbahaya” ke arah kapal perang. Rusia juga mengatakan awak kapal berulang kali mencoba menghubungi yacht lewat radio sebelum akhirnya meluncurkan suar peringatan dan menembakkan senjata ke arah jalurnya.

Menurut pernyataan Rusia, para pelautnya bertindak sesuai dengan “peraturan pelayaran internasional” yang berlaku. Di sisi lain, penjelasan dari Inggris mengarah pada upaya menghindari benturan di tengah situasi jarak dekat di laut.

BBC memahami yacht kecil tanpa mesin itu sebelumnya melayang ke arah kapal perang dalam kondisi berkabut setelah berangkat dari Inggris. Pejabat Inggris menduga Admiral Grigorovich sedang berupaya memberi sinyal bahwa kapal pesiar itu hanyut dan bukan digerakkan mesin, sehingga lebih sulit bermanuver.

Pengalaman penumpang yacht

Di atas yacht itu ada pasangan berusia 60-an, Jane dan Alan Kelvey. Jane Kelvey mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa kapal perang itu membunyikan lima kali klakson, yang menurutnya berarti “apakah Anda melihat kami?”.

Ia mengatakan mereka segera mengubah haluan dua derajat ke kiri agar menunjukkan mereka menyadari keberadaan kapal perang itu. Beberapa saat kemudian, kata Jane, terdengar lima kali klakson lagi yang langsung diikuti empat hingga lima tembakan senjata ringan ke udara.

Jane Kelvey menegaskan tembakan itu tidak diarahkan ke mereka. Ia menyebutnya sebagai tembakan peringatan yang naik ke udara menurut pemahaman mereka.

Respons kapal patroli Inggris

Sebuah perahu dari HMS Tyne, kapal patroli Inggris, dikirim ke yacht tersebut untuk mengumpulkan detail dan memeriksa keselamatan awaknya. Langkah itu dilakukan setelah laporan dari orang-orang di kapal pesiar diterima oleh otoritas Inggris.

Admiral Grigorovich sendiri sedang dibayangi HMS Mersey, yang telah mengikuti kapal itu selama beberapa hari setelah terlihat di lepas pantai Brest, Prancis. Royal Navy menyebut pengawasan itu sebagai operasi rutin.

Latar kapal perang Rusia di Selat Inggris

Kapal perang Rusia secara rutin melintas di Selat Inggris di perairan internasional dan biasanya diawasi oleh kapal Royal Navy. Dalam kasus ini, Admiral Grigorovich juga disebut telah beroperasi di kawasan itu cukup lama.

BBC Verify sebelumnya mendapat informasi dari sumber NATO bahwa kapal itu diperintahkan Moskow untuk mengawal kapal-kapal armada bayangan melewati Selat Inggris. Citra satelit yang ditinjau BBC Verify juga menunjukkan kapal perbaikan PM-82 beroperasi antara Selat Inggris dan Laut Utara dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat NATO menilai PM-82 memasok makanan, air, dan perlengkapan lain ke Admiral Grigorovich agar kapal itu bisa tetap berada di laut dalam waktu lebih lama. Kapal itu juga diduga membantu memimpin konvoi Rusia melalui Selat Inggris.

Pada April, fregat tersebut dilaporkan mengawal enam kapal armada bayangan melalui jalur air itu sambil diawasi Royal Navy. Angkatan Laut Kerajaan sebelumnya juga mengatakan Grigorovich mengawal kapal berbendera Rusia yang menuju dan dari Atlantik, Mediterania, dan Baltik, termasuk satu kapal selam serta sekitar enam kapal dagang dan pendukung.

Penilaian dan konteks politik

Mantan rear admiral Royal Navy James Parkin mengatakan penggunaan kekuatan bersenjata adalah pilihan terakhir dan hanya untuk membela diri. Ia mengatakan tidak akan terkejut jika insiden itu merupakan salah hitung, bukan tindakan sengaja untuk menembaki yacht Inggris di dekat perairan Inggris.

Parkin juga menyebut penyitaan tanker armada bayangan Rusia pada akhir pekan itu sebagai “aib besar” bagi Moskow. Menurutnya, ada kapal angkatan laut Rusia di Selat Inggris yang memang berada di sana untuk mencegah peristiwa semacam itu.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Inggris dan Rusia. Peristiwa itu juga muncul pada hari ketika dua menteri pertahanan Inggris yang akan mundur, dalam pidato pengunduran diri mereka, memperingatkan meningkatnya perilaku agresif Rusia.

Terkait