Pacemaker Baru Digerakkan Detak Jantung, Bisa Bertahan Seumur Hidup tanpa Ganti Baterai

Para ilmuwan dari Cina berhasil menciptakan alat pacu jantung baru yang dapat menyuplai energinya sendiri dengan memanfaatkan detak jantung pasien. Inovasi ini berpotensi mengeliminasi kebutuhan penggantian baterai yang biasa diperlukan pada alat pacu jantung konvensional dan memungkinkan perangkat tersebut bertahan seumur hidup.

Pacemaker yang dikembangkan ini dirancang menggunakan modul regenerasi energi terintegrasi yang mampu mengubah energi kinetik dari gerakan jantung menjadi listrik melalui induksi elektromagnetik. Cara kerja ini memastikan pasokan daya yang berkelanjutan tanpa perlu sumber daya eksternal atau baterai konvensional.

Teknologi Magnetik dan Daya Pacemaker

Penting untuk diketahui, tim peneliti menggunakan sistem levitasi magnetik yang sederhana untuk mengurangi gesekan, sehingga meningkatkan daya tahan perangkat. Dalam pengujian laboratorium yang meniru sekitar 300 juta detak jantung—setara dengan penggunaan selama 10 tahun—hanya terdapat tingkat keausan sebesar 4 persen. Kapasitas daya yang dihasilkan pacemaker ini mencapai rata-rata 120 microwatt. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan batas minimal 10 microwatt yang dibutuhkan untuk operasi stabil alat pacu jantung.

Desain dan Implantasi yang Minim Risiko

Pacemaker ini memiliki ukuran sebesar kapsul dan bebas kabel (leadless), sehingga memudahkan implantasi melalui vena femoralis dengan metode kateter minimal invasif. Hal ini tentu jauh mengurangi risiko komplikasi yang sering muncul dari operasi penggantian baterai. Pada uji coba satu bulan pada babi dengan kondisi bradikardia atau detak jantung lambat, alat ini berhasil menormalkan irama jantung menggunakan energi yang dihasilkan oleh detak jantung itu sendiri.

Target dan Potensi Masa Depan

Kepala tim peneliti dari University of Chinese Academy of Sciences menyatakan bahwa mereka menargetkan uji klinis sebelum tahun 2030. Selain itu, mereka ingin memproduksi alat ini dengan masa pakai dua hingga tiga kali lebih lama dibandingkan produk impor yang ada saat ini. Saat ini, harga alat pacu jantung impor bisa mencapai hingga 160.000 yuan (sekitar $22,969). Produk baru ini juga diharapkan lebih terjangkau.

Selain untuk aplikasi pacemaker, teknologi pengambilan energi ini diprediksi dapat diadaptasi untuk perangkat medis yang lain. Contohnya termasuk implan untuk perbaikan tulang, pengaturan saraf, dan manajemen nyeri.

Keunggulan Utama Pacemaker Mandiri Energi

  1. Menghasilkan listrik secara mandiri dari detak jantung.
  2. Memiliki masa pakai sangat panjang, mendekati usia pasien.
  3. Mengurangi risiko operasi penggantian baterai.
  4. Desain kecil dan bebas kabel memudahkan pemasangan minimal invasif.
  5. Menggunakan bahan biokompatibel yang aman bagi tubuh.

Dengan kemampuan regenerasi energi yang terus menerus, pacemaker jenis ini akan memberikan solusi jangka panjang yang efektif dan ekonomis bagi pasien dengan gangguan irama jantung. Tidak hanya itu, inovasi ini juga membuka jalan bagi revolusi teknologi bioelektronik yang dapat berdampak luas di bidang kesehatan implantable lainnya.

Terkait