Saat Piala Dunia 2018 digelar di Rusia, banyak suporter menilai pengalaman menonton turnamen terasa lebih mudah daripada yang mereka bayangkan. Dari urusan masuk negara hingga berpindah antarstadion, pemerintah Rusia menyiapkan sejumlah fasilitas yang membuat mobilitas pengunjung internasional jauh lebih sederhana.
Kini, ketika Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kebijakan Rusia itu kembali dibandingkan. Banyak pengamat menilai model serupa sulit ditiru secara utuh karena turnamen berikutnya melibatkan tiga negara dengan aturan imigrasi, transportasi, dan keamanan yang berbeda.
Fan ID menjadi kunci masuk tanpa visa
Salah satu kebijakan paling terkenal adalah penggunaan Fan ID sebagai pengganti visa bagi pemegang tiket. Dilansir dari The Guardian, suporter yang sudah memiliki Fan ID dapat masuk ke Rusia tanpa harus mengurus visa reguler seperti wisatawan asing pada umumnya.
Cukup dengan paspor yang masih berlaku dan Fan ID, pengunjung bisa memasuki Rusia selama periode turnamen. Skema ini memangkas banyak proses administratif yang biasanya memakan waktu, biaya, dan dokumen tambahan.
Fan ID juga terhubung ke layanan lain
Fan ID tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perjalanan. Sistem ini juga menjadi alat identifikasi terpadu yang membantu verifikasi pemegang tiket secara cepat di berbagai layanan yang disiapkan selama turnamen.
Dengan satu dokumen, banyak urusan menjadi lebih ringkas. Pengunjung tidak perlu membawa atau mengurus beberapa dokumen terpisah untuk keperluan yang berbeda.
Kereta antarkota gratis membantu mobilitas
Rusia juga memberi layanan kereta antarkota gratis untuk pemegang tiket pertandingan dan Fan ID. Menurut Russia Beyond (RBTH), lebih dari 700 perjalanan kereta tambahan disiapkan selama turnamen untuk mendukung perpindahan suporter.
Kebijakan ini sangat penting karena Piala Dunia 2018 berlangsung di 11 kota yang tersebar di wilayah Rusia yang sangat luas. Dalam beberapa rute, jarak antar kota tuan rumah mencapai ratusan hingga ribuan kilometer.
Transportasi lokal gratis pada hari pertandingan
Selain kereta antarkota, Rusia juga menanggung biaya transportasi lokal bagi pemegang Fan ID pada hari pertandingan. RBTH menyebut fasilitas itu mencakup bus, metro, trem, hingga shuttle menuju stadion dan area sekitarnya.
Fasilitas tersebut membuat suporter lebih leluasa bergerak tanpa harus menghitung ongkos tambahan saat datang ke stadion. Bagi banyak pengunjung internasional, skema ini membuat pengalaman menonton terasa lebih tertata.
Harga tiket tetap, tanpa lonjakan dinamis
Di sisi tiket, Rusia tidak memakai sistem harga dinamis. Artinya, harga tiket tetap mengikuti kategori yang sudah ditentukan sejak awal dan tidak berubah karena tingginya permintaan pasar.
Kebijakan ini memberi kepastian bagi suporter yang sudah menyusun anggaran jauh-jauh hari. Mereka tidak perlu khawatir menghadapi kenaikan harga mendadak hanya karena pertandingan tertentu lebih diminati.
Semua negara mendapat akses tiket yang sama
Rusia juga tidak membatasi pembelian tiket berdasarkan kewarganegaraan atau tempat tinggal. Dengan kebijakan itu, semua penggemar sepak bola dari berbagai negara mendapat kesempatan yang sama untuk membeli tiket lewat jalur resmi FIFA.
Langkah ini dipandang adil karena membuka akses yang lebih luas bagi suporter internasional. Banyak pengunjung menilai proses distribusi tiket menjadi lebih transparan dan lebih mudah diakses.
Kedatangan terasa lebih sederhana dari perkiraan
Selain berbagai fasilitas formal, banyak suporter mengenang proses kedatangan yang dinilai berjalan lebih sederhana dari dugaan awal. Rusia memang tetap menerapkan standar keamanan yang ketat, tetapi tetap berusaha menjaga kenyamanan para tamu internasional.
Perpaduan antara kemudahan visa, transportasi gratis, dan proses masuk yang relatif lancar membentuk pengalaman positif bagi banyak pengunjung. Citra Rusia sebagai tuan rumah pun ikut terangkat karena mampu memfasilitasi jutaan penonton dari berbagai negara.
Mengapa sulit ditiru oleh AS, Kanada, dan Meksiko
Perbandingan dengan Piala Dunia 2026 muncul karena kebijakan Rusia dinilai sangat ramah suporter. Namun, penerapan model yang sama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak sesederhana itu karena turnamen berlangsung di tiga negara dengan sistem masing-masing.
Perbedaan aturan imigrasi, kebijakan keamanan, dan tata transportasi membuat skema seperti bebas visa melalui Fan ID atau transportasi gratis menyeluruh jauh lebih kompleks. Karena itu, kebijakan Rusia pada 2018 tetap dikenang sebagai salah satu contoh penyelenggaraan yang sangat memudahkan mobilitas pengunjung internasional.
Source: www.beritasatu.com






