Indonesia Perkuat Inovasi Industri Lewat BRICS, 52 Tim Lolos Ke Final Global China

Indonesia memperkuat kerja sama inovasi industri dengan China melalui ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 yang dibuka di Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Kompetisi ini menjadi salah satu langkah paling nyata dari kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai anggota BRICS pertama dari Asia Tenggara.

Ajang tersebut bukan sekadar kompetisi teknologi, tetapi juga pintu masuk bagi proyek inovasi lokal untuk terhubung dengan modal, teknologi, dan pasar internasional. Dalam konteks itu, Indonesia mendapat kesempatan memperluas jejaring industri sambil memperkuat posisi di ekosistem inovasi global.

Dorong akses modal dan pasar global

China Datang Corporation Limited menempatkan Indonesia sebagai fokus utama pengembangan bisnis luar negeri. Direktur Departemen Bisnis Internasionalnya, Jia Bingjun, mengatakan perusahaan berkomitmen meningkatkan investasi, terutama pada pengembangan sumber daya manusia dan sektor energi nasional.

Jia juga menegaskan bahwa kompetisi ini diharapkan menjadi jembatan bagi proyek inovasi Indonesia untuk menjangkau teknologi global. Menurut dia, langkah ini penting untuk membantu proyek lokal memperoleh akses ke modal, teknologi, dan pasar internasional.

“Di masa depan, pihaknya akan terus meningkatkan skala investasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional di bidang energi,” ujar Jia Bingjun.

BRIN lihat peluang riset lokal naik kelas

Dari sisi riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional menilai ajang ini sejalan dengan prioritas penelitian nasional. Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional BRIN, Ajeng Arum Sari, menyebut empat kategori kompetisi sangat relevan dengan fokus riset yang sedang didorong lembaganya.

BRIN berharap sinergi dengan mitra asal China ini mempercepat lahirnya proyek unggulan dari Indonesia. Ajeng menilai kompetisi tersebut dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama penelitian dan mempercepat pengembangan inovasi nasional.

“Empat track kompetisi ini sangat sejalan dengan prioritas penelitian BRIN saat ini,” kata Ajeng Arum Sari.

Investor dan pemerintah lihat arah yang sama

Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri melalui Direktur Promosi Wilayah, Cahyo Purnomo, menilai Indonesia membutuhkan dukungan konsep inovasi modern untuk mengakselerasi revolusi industri. Ia menekankan bahwa bidang inti dalam kompetisi ini sejalan dengan target pembangunan pemerintah.

Cahyo berharap sinergi ini mampu menarik lebih banyak aliran modal dan teknologi tinggi ke dalam negeri. Ia juga mengaitkan penguatan inovasi industri itu dengan visi jangka panjang pemerintah, termasuk “Indonesia Emas 2045”.

Fokus pada transformasi digital dan industri hijau

Kementerian Perindustrian juga melihat kompetisi ini dari sudut kebutuhan transformasi industri nasional. Staf Ahli Urusan Penguatan Industri Lokal, Adie Rochmanto Pandiangan, menyebut fokus utama saat ini adalah transformasi digital dan industri hijau.

Menurut Adie, akses ke teknologi maju internasional melalui ajang ini dapat memberi energi baru bagi industri lokal. Ia menilai kompetisi tersebut bisa membantu perusahaan Indonesia beradaptasi lebih cepat dalam revolusi industri baru.

Empat sektor utama dan peluang bagi tim Indonesia

BRICS Industrial Innovation Contest 2026 mencakup empat sektor utama, yakni kecerdasan buatan atau AI, industri hijau, teknologi rendah ketinggian, dan elektronika energi. Dari total 100 proyek pendaftar asal Indonesia, 52 tim telah lolos ke tahap presentasi langsung.

Pemenang tahap ini akan dikirim ke final global di Xiamen, China. Dengan format itu, kompetisi ini memberi jalur konkret bagi inovator Indonesia untuk tampil di panggung internasional sekaligus memperkuat kerja sama industri BRICS dalam praktik nyata.

Terkait