Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, Saat Ekonomi Hijau Menjadi Senjata Baru Daya Saing Indonesia

Author: Qoo Media

Transformasi menuju ekonomi hijau di Indonesia kini diposisikan sebagai agenda daya saing nasional, bukan sekadar isu lingkungan. Dorongan ini muncul karena tuntutan global terhadap keberlanjutan terus meningkat dan menuntut integrasi yang lebih kuat di banyak lini.

Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 menjadi salah satu panggung utama untuk mendorong arah tersebut. Forum nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 19-20 Agustus 2026 di Jakarta dengan tema Indonesia’s Sustainability Leap: Driving the Future of National Competitiveness.

Keberlanjutan sebagai strategi ekonomi

Penyelenggara forum menilai transformasi hijau harus berjalan secara menyeluruh agar dampaknya luas. Karena itu, pendekatan yang dipakai tidak hanya menyasar lingkungan, tetapi juga kebijakan publik, praktik bisnis, inovasi teknologi, dan pengembangan talenta.

Ketua Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, Unggul Yoga Ananta, menyebut konsep keberlanjutan sudah bergeser. Menurut dia, isu ini kini masuk ke ranah strategi bisnis dan daya saing negara, bukan lagi berdiri sebagai topik terpisah.

Forum tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan strategi bisnis, kebijakan, inovasi, talenta, dan aksi keberlanjutan. Melalui pendekatan 360 derajat, penyelenggara ingin mendorong transformasi yang relevan secara strategis dan memberi dampak nyata bagi daya saing Indonesia.

Kolaborasi lintas sektor jadi kunci

Komite penyelenggara menekankan pentingnya menjadikan transformasi keberlanjutan sebagai gerakan nasional yang kohesif. Langkah ini diambil agar transisi menuju ekonomi hijau tidak berjalan sendiri-sendiri dan bisa menjangkau lebih banyak sektor.

Penyelenggaraan forum melibatkan berbagai pihak, termasuk Olahkarsa, Indonesia Business Council for Sustainable Development, Biosirkular, SURBAND ID, dan Inovasi Muda. Kolaborasi lintas organisasi ini disebut sebagai upaya menjawab kebutuhan transformasi secara menyeluruh.

Pembangunan ekosistem keberlanjutan nasional juga dinilai membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, pelaku usaha swasta, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan generasi muda. Dengan komposisi itu, agenda hijau diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi menjadi gerakan bersama.

Talenta hijau dan ekonomi sirkular

Selain strategi bisnis, pengembangan sumber daya manusia menjadi pilar penting dalam mempercepat ekonomi hijau. Karena itu, forum akan menghadirkan program Sustainability Career Connect yang berfokus pada pengembangan talenta dan jejaring karier di bidang keberlanjutan.

Topik yang dibahas juga mencakup implementasi praktik keberlanjutan dalam korporasi, penerapan ekonomi sirkular, dan konsep pengembangan kota berkelanjutan. Seluruh pembahasan ini diarahkan untuk membangun kekuatan ekonomi yang lebih tangguh di level internasional.

Unggul menegaskan seluruh pihak yang terlibat memiliki komitmen untuk memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional. Sasaran akhirnya adalah mendorong transformasi ekonomi hijau yang inklusif dan meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar global.

Terbaru