Kemampuan memahami standar akuntansi belum selalu cukup untuk menjawab kebutuhan saat melamar kerja. Perekrut juga dapat melihat bukti kompetensi yang diakui industri, termasuk sertifikasi resmi.
Situasi ini kerap dihadapi lulusan akuntansi yang mampu menjelaskan konsep SAK EP, tetapi belum mempunyai pengakuan kompetensi. Sertifikasi BNSP menjadi salah satu tolok ukur yang diperhatikan dalam proses penyaringan kandidat.
Gap antara pemahaman teori dan bukti kompetensi tersebut menjadi fokus Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Okupasi Teknisi Akuntansi Penyusun Laporan Keuangan. Program ini diselenggarakan oleh Piranha Smart Center (PSC) dan Education Visionary Lab (EVL).
Materi pelatihan tidak hanya membahas SAK EP dan SAK ETAP. Peserta juga diarahkan untuk menjalankan praktik pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan entitas tunggal.
Praktik yang Disiapkan untuk Peserta
Rangkaian pembelajaran mencakup proses entry jurnal dan pengolahan buku besar. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan laporan keuangan.
Studi kasus KSU dan EMKM digunakan agar pembahasan lebih dekat dengan kondisi yang dihadapi di lapangan. Materinya tidak berhenti pada contoh soal generik yang hanya berfokus pada teori.
Peserta juga akan mendapat pelatihan pengoperasian Accurate Online. Bekal teknis ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan kerja di bidang keuangan dan administrasi.
| Aspek Program | Detail |
|---|---|
| Penyelenggara | Piranha Smart Center (PSC) dan Education Visionary Lab (EVL) |
| Waktu mulai | 1 Agustus 2026 |
| Jadwal | Sabtu dan Minggu, pukul 09.00-12.00 WIB |
| Format | Online, enam kali pertemuan |
Ditujukan untuk Lulusan hingga Pelaku UMKM
Program ini direkomendasikan bagi lulusan SMK Akuntansi serta mahasiswa Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen. Staf keuangan, staf administrasi, accounting staff, serta pelaku UMKM juga menjadi kelompok yang dapat mengikuti pelatihan ini.
Sasaran program tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembuktian kompetensi tidak hanya relevan bagi pencari kerja baru. Pelaku usaha dan pekerja yang sudah menjalankan fungsi administrasi keuangan juga dapat menggunakannya untuk memperkuat pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
Peserta akan mengikuti try out sebagai persiapan menghadapi uji kompetensi. Tahap ini ditujukan agar peserta lebih siap saat menjalani asesmen BNSP.
Bimbingan teknis sebelum uji kompetensi juga disediakan dalam program tersebut. Dengan arahan ini, peserta tidak menghadapi proses asesmen tanpa persiapan yang jelas.
Setelah melalui proses persiapan dan asesmen, peserta berpeluang memperoleh sertifikat kompetensi yang berlaku secara nasional. Sertifikat itu dapat menjadi pelengkap atas pemahaman SAK dan keterampilan praktik yang telah dipelajari.
Bagi kandidat yang telah menguasai teori, sertifikasi memberi bentuk pengakuan yang lebih konkret atas kompetensinya. Pelatihan ini memadukan pembahasan standar akuntansi, praktik penyusunan laporan, studi kasus, serta persiapan menuju asesmen BNSP.
