LVMH mengambil langkah yang jarang dilakukan dengan menjual Marc Jacobs kepada usaha patungan WHP Global dan G-III Apparel Group. Keputusan ini muncul saat permintaan global untuk barang mewah terjangkau melemah dan tekanan pasar ikut menekan kinerja saham grup asal Prancis itu.
Divestasi tersebut menandai penyesuaian strategi di bawah kepemimpinan Bernard Arnault. Alih-alih terus menambah merek, LVMH kini memilih memusatkan sumber daya pada penawaran kelas atas yang lebih eksklusif.
Nilai transaksi tidak dipublikasikan secara resmi oleh para pihak. Namun, G-III Apparel Group menyebut dalam dokumen pengajuan bahwa mereka menyiapkan investasi hingga US$425 juta ke dalam usaha patungan dengan skema kepemilikan 50-50 itu.
Marc Jacobs tetap akan punya peran penting setelah perpindahan kepemilikan ini. Pendiri merek tersebut akan terus menjabat sebagai direktur kreatif untuk label yang kini ditempatkan di segmen mewah terjangkau.
Bagi WHP Global, akuisisi ini memperkuat portofolio yang sudah berisi nama-nama seperti Rag & Bone dan Vera Wang. Grup manajemen merek itu memperkirakan pendapatan tahunannya bisa terdorong melewati US$9,5 miliar.
LVMH sudah memegang saham mayoritas Marc Jacobs sejak 1997. Selama periode itu, Marc Jacobs menjadi salah satu bagian dari grup yang kini menaungi sekitar 75 merek.
Penjualan ini juga sejalan dengan sikap yang pernah disampaikan Chief Financial Officer LVMH, Cécile Cabanis, kepada investor tahun lalu. Ia mengatakan perusahaan akan melepas merek yang tidak dianggap cocok atau bila LVMH bukan operator yang tepat.
Pernyataan itu mencerminkan perubahan arah dari LVMH yang dulu dikenal agresif dalam akuisisi. Selain Marc Jacobs, grup ini juga sudah melepas kepemilikan di Stella McCartney dan Off-White.
Di sisi operasional, G-III Apparel Group akan mengambil alih fungsi strategis tertentu dari bisnis Marc Jacobs. Perusahaan itu menyebut fokusnya mencakup bagian-bagian penjualan langsung ke konsumen dan grosir global untuk memperluas jangkauan pasar.
G-III sendiri sudah mengelola sejumlah merek internasional lain, termasuk Sonia Rykiel dan Karl Lagerfeld. Dalam konteks yang sama, pasar turut memberi sinyal hati-hati karena saham LVMH di bursa Paris turun 1,8 persen dan nilainya sudah terkoreksi hampir 30 persen sepanjang tahun berjalan.
