Menjelang Iduladha, pemilihan hewan kurban menjadi perhatian utama bagi banyak umat Muslim yang mencari sapi, kambing, atau domba. Proses ini tidak cukup hanya mempertimbangkan harga atau ukuran tubuh hewan, karena syariat menetapkan syarat fisik tertentu agar kurban dinilai sah.
Selain urusan ibadah, kondisi hewan juga berkaitan langsung dengan kesehatan daging yang akan dikonsumsi masyarakat. Karena itu, hewan yang sehat, cukup umur, dan bebas cacat menjadi syarat penting yang harus diperiksa sebelum membeli.
Cukup umur menjadi syarat awal
Salah satu penilaian paling dasar saat memilih hewan kurban adalah memastikan umurnya sudah sesuai ketentuan. Cara yang umum dipakai di lapangan adalah memeriksa gigi, terutama apakah gigi susu sudah berganti atau sudah muncul gigi tetap.
Untuk kambing dan domba, syariat mensyaratkan usia minimal 1 tahun atau memasuki tahun kedua. Sementara sapi dan kerbau minimal berusia 2 tahun atau memasuki tahun ketiga, yang biasanya ditandai dengan pergantian gigi susu menjadi gigi seri tetap.
Empat cacat fisik yang harus dihindari
Hewan kurban tidak boleh memiliki cacat yang mengurangi kelayakannya untuk disembelih. Dalam panduan fikih yang dirujuk dalam artikel referensi, ada empat kondisi utama yang perlu dihindari, yaitu buta, pincang, kurus kering, dan sakit.
Mata hewan harus jernih dan responsif, bukan buta sebelah apalagi buta total. Hewan juga harus bisa berdiri dan berjalan normal dengan keempat kakinya, karena hewan pincang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan.
Tanda-tanda hewan yang sehat secara fisik
Secara kasat mata, hewan yang sehat biasanya tampak aktif dan terawat dengan baik. Cuping hidungnya basah dan bersih, bukan kering atau mengeluarkan lendir berlebih yang kotor.
Bulu hewan juga menjadi penanda penting karena hewan yang sehat biasanya memiliki bulu bersih dan mengilap. Kondisi mata pun perlu diperhatikan, sebab mata yang jernih dengan selaput berwarna merah muda menunjukkan kondisi tubuh yang lebih baik dibanding mata yang merah atau kotor.
Perilaku dan kebersihan tubuh ikut menunjukkan kondisi kesehatan
Selain bentuk fisik, perilaku hewan juga memberi petunjuk penting. Hewan yang sehat biasanya lincah, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik, termasuk saat memamah biak secara normal.
Bagian belakang hewan juga perlu diperiksa karena anus yang bersih dan kering menunjukkan sistem pencernaan yang baik. Jika area ini tampak kotor atau mencret, kondisi tersebut patut dicurigai sebagai tanda gangguan kesehatan.
Hal yang perlu dicek sebelum membeli
Agar tidak salah pilih, calon pembeli perlu memadukan pengamatan fisik dengan pemeriksaan sederhana di lokasi penjualan. Langkah ini penting karena hewan yang tampak besar belum tentu layak, sementara hewan yang sehat biasanya menunjukkan kombinasi tanda yang konsisten.
Beberapa ciri yang paling mudah dilihat antara lain mata yang jernih, hidung yang lembap, bulu yang bersih, gerak tubuh yang normal, dan nafsu makan yang baik. Jika semua tanda itu terpenuhi, peluang hewan memenuhi syarat syariat dan layak disembelih akan lebih besar.
Source: www.medcom.id