Rumah Second Siap Menggeliat, Pasar Sekunder Jadi Motor Baru Properti

Pasar rumah second diproyeksikan menjadi penggerak baru bagi industri properti karena menawarkan akses hunian yang lebih luas dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Di tengah keterbatasan pasokan rumah baru dan tingginya kebutuhan masyarakat, segmen ini dinilai mampu memberi napas tambahan bagi pasar perumahan nasional.

Anggota Satgas Perumahan Panangian Simanungkalit menyebut pasar sekunder punya ruang tumbuh besar karena kebutuhan hunian terus meningkat setiap tahun. Ia menilai kondisi itu membuat secondary market menjadi solusi penting untuk memperluas kepemilikan rumah, terutama saat backlog perumahan nasional masih tinggi.

Peluang bagi pembeli rumah pertama

Panangian melihat momentum rumah second bisa membuka jalan bagi generasi muda, termasuk Gen Z, untuk masuk ke pasar properti lebih cepat. Alasannya, rumah yang dipasarkan di pasar sekunder umumnya sudah memiliki legalitas yang jelas dan harga yang tetap kompetitif.

Ia juga menegaskan bahwa rumah second sering berada di lokasi yang sudah matang secara ekonomi dan sosial. Banyak aset berada di kawasan premium, sehingga nilai tanahnya cenderung tinggi dan menarik dari sisi hunian maupun investasi.

“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian dikutip dari keterangannya.

Lokasi matang menjadi daya tarik utama

Keunggulan lain dari rumah second terletak pada lingkungan sekitar yang sudah terbentuk. Infrastruktur biasanya sudah tersedia, kawasan hidup, dan harga tanah di area tersebut cenderung terus naik dari waktu ke waktu.

Panangian menilai faktor itu membuat rumah second punya nilai tambah yang tidak selalu dimiliki rumah baru. Ia bahkan menggambarkan bahwa dalam banyak kasus, pembeli seperti memperoleh keuntungan dari tanahnya lebih dulu sebelum melihat aspek bangunannya.

Aset lelang menambah pasokan pasar sekunder

Dalam waktu dekat, pasar sekunder juga diperkirakan mendapat tambahan pasokan dari pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang. Jumlah ini disebut berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Aset yang masuk pasar tidak hanya rumah tinggal. Properti yang dipasarkan mencakup rumah subsidi, rumah komersial, apartemen, hingga kavling dengan rentang harga yang beragam.

Legalitas dan skema KPR jadi penopang

Panangian menekankan bahwa rumah-rumah yang akan dipasarkan telah melalui pengecekan legalitas. Langkah ini penting agar masyarakat lebih tenang saat membeli, terutama terkait administrasi dan status kepemilikan.

Selain itu, akan ada skema Kredit Pemilikan Rumah atau KPR khusus bagi pembeli rumah second yang ingin mencicil. Kehadiran skema pembiayaan ini dinilai dapat memperluas akses masyarakat yang selama ini lebih sering berfokus pada rumah baru.

Dampak ke industri properti nasional

Penguatan pasar sekunder diperkirakan memberi dampak positif yang lebih luas bagi industri perumahan. Likuiditas pasar properti berpeluang meningkat, sementara pilihan hunian bagi masyarakat juga menjadi lebih beragam.

Panangian menilai edukasi publik masih dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya memandang rumah baru sebagai satu-satunya pilihan. “Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi,” katanya.

Dengan dukungan legalitas yang jelas, lokasi yang sudah berkembang, dan skema pembiayaan yang lebih ramah pembeli, pasar rumah second dinilai dapat menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version