Pemerintah menetapkan target nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2027. Rentang itu muncul di tengah tekanan besar pada rupiah setelah mata uang ini sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di Rp17.733 per dolar AS pada 19 Mei 2026.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan target tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan perlunya strategi fiskal dan moneter yang mampu menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia.
Fokus utama kebijakan makro
Pemerintah menempatkan stabilitas rupiah sebagai bagian dari desain besar ketahanan ekonomi 2027. Selain kurs, pemerintah juga mematok proyeksi inflasi pada rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Sasaran pertumbuhan ekonomi juga ikut dinaikkan ke 5,8 persen hingga 6,5 persen. Target ini diproyeksikan menjadi tumpuan menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Angka fiskal ikut dikunci lebih ketat
Di sisi pembiayaan negara, pemerintah menetapkan suku bunga SBN tenor 10 tahun pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen. Defisit APBN 2027 juga diarahkan turun ke 1,80 persen hingga maksimal 2,40 persen dari PDB.
Posisi itu lebih rendah dibanding realisasi defisit APBN 2025 yang sempat menyentuh 2,92 persen. Pemerintah juga menargetkan pendapatan negara 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB, sementara belanja negara dipatok 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB.
Energi dan produksi migas jadi penopang
Ketahanan fiskal nasional juga ditopang oleh asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP pada US$70 hingga US$95 per barel. Pemerintah memasang target lifting minyak bumi di kisaran 602.000 hingga 615.000 barel per hari.
Untuk gas bumi, target lifting dipatok 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari. Angka-angka ini menjadi bagian dari upaya menjaga ruang fiskal tetap cukup untuk mendukung program prioritas nasional.
Tekanan rupiah jadi latar penting
Target kurs yang lebih lebar menunjukkan pemerintah membaca kondisi global dan domestik secara hati-hati. Pelemahan rupiah ke level Rp17.733 per dolar AS menjadi sinyal bahwa stabilitas nilai tukar masih menjadi pekerjaan besar dalam penyusunan asumsi ekonomi 2027.
Dengan target inflasi yang terjaga, defisit yang dibatasi, dan asumsi energi yang disusun hati-hati, pemerintah mencoba menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan dengan disiplin fiskal. Di saat yang sama, kurs rupiah tetap menjadi salah satu indikator paling sensitif yang akan menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan.
