Mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, resmi memimpin PT Gajah Tunggal Tbk setelah ditetapkan sebagai Presiden Direktur dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Movenpick Hotel, Jakarta. Penunjukan ini menempatkannya di pucuk pimpinan produsen ban terbesar di Asia Tenggara saat perusahaan menghadapi tekanan dari situasi ekonomi global yang masih bergejolak.
Suryopratomo mengonfirmasi langsung kabar tersebut saat dihubungi pada Sabtu petang. Ia menjawab singkat, “Betul,” dan menegaskan posisinya sebagai Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk.
Pergantian kepemimpinan ini datang ketika pasar ekspor perusahaan masih terdampak dinamika geopolitik dan geoekonomi. Di sisi lain, bisnis di dalam negeri masih menunjukkan pertumbuhan yang positif dan menjadi penopang kinerja perusahaan.
Suryopratomo mengatakan bahwa kondisi pasar domestik tahun lalu berjalan baik, sementara ekspor terganggu oleh faktor geopolitik dan geoekonomi. Situasi itu membuat perusahaan harus menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan risiko dari pasar luar negeri.
Manajemen juga menyebut realisasi kinerja operasional hingga kuartal I 2026 masih berada di jalur yang aman dan sesuai target. Di saat yang sama, perusahaan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas margin dari naik-turunnya biaya operasional.
Salah satu perhatian utama adalah kenaikan harga energi yang terus berlangsung. Suryopratomo menyatakan perusahaan memitigasi dampak tersebut agar tidak mengganggu kinerja keuangan dan operasional.
Sebelum masuk ke industri manufaktur ban, Suryopratomo dikenal luas sebagai figur media dan diplomasi. Ia merupakan lulusan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor dan memulai karier di Harian Kompas.
Di Kompas, ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi pada 2000 sampai 2008. Ia juga menjadi Wakil CEO Kompas Gramedia Group pada 2005 hingga 2008, lalu melanjutkan karier di Metro TV sebagai Direktur Pemberitaan pada 2008 hingga 2016.
Kariernya di Metro TV berlanjut saat ia dipercaya menjadi Direktur Utama pada 2017 hingga 2019. Setelah itu, ia sempat menjadi Board of Executive Media Group sejak Januari hingga September 2020 sebelum masuk ke jalur diplomasi.
Pada September 2020 hingga Desember 2025, Suryopratomo menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Singapura. Rekam jejak panjang di media, manajemen, dan diplomasi kini menjadi bekal barunya saat memimpin Gajah Tunggal di tengah tantangan pasar yang masih dinamis.
