Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ikut menekan kinerja portofolio investasi asuransi syariah. Prudential Syariah menilai tekanan itu muncul karena kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat nilai instrumen berbasis ekuitas bergerak lebih fluktuatif.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sebelumnya mencatat hasil investasi asuransi syariah pada Maret 2026 turun menjadi minus Rp121,84 miliar. Angka itu berbalik dari posisi Februari 2026 yang masih positif sebesar Rp545,24 miliar.
Tekanan datang dari pasar saham
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama menjelaskan bahwa perubahan pasar global ikut memengaruhi alokasi investasi. Ketidakpastian geopolitik dan pergerakan harga energi disebut mendorong pergeseran preferensi investasi di tingkat global.
Di dalam negeri, perkembangan kondisi fiskal dan evaluasi pasar oleh penyedia indeks global juga memberi dampak. Vivin menilai kombinasi faktor tersebut menekan pergerakan nilai instrumen investasi, terutama pada portofolio yang berbasis saham.
OJK juga menyoroti pelemahan IHSG sebesar 14,42% secara month-to-month. Kondisi itu disebut berdampak langsung pada kinerja instrumen investasi berbasis ekuitas dalam portofolio asuransi jiwa syariah.
Prudential Syariah jaga strategi investasi
Meski pasar tertekan, Prudential Syariah menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar dalam siklus pasar. Perusahaan menyebut tetap berada dalam kerangka pengelolaan risiko yang terukur dan konsisten dengan prinsip syariah.
Vivin menegaskan perusahaan tetap memakai pendekatan selektif dalam memilih instrumen. Fokusnya ada pada aset yang memiliki fundamental kuat, sambil menjaga diversifikasi portofolio.
Diversifikasi juga dijaga pada sektor komoditas dan energi. Langkah ini dilakukan agar portofolio tidak terlalu bergantung pada satu jenis aset yang mudah terdampak gejolak pasar.
Pengelolaan risiko dijalankan secara aktif melalui pemantauan kondisi pasar. Penyesuaian alokasi aset juga dilakukan secara disiplin untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan potensi imbal hasil.
Prospek masih dinamis
Prudential Syariah melihat pasar hingga Semester I 2026 masih akan bergerak dinamis. Arah pasar diperkirakan tetap dipengaruhi perkembangan global dan domestik yang belum sepenuhnya stabil.
Namun, perusahaan masih melihat peluang dari valuasi pasar yang dinilai menarik. Ketahanan ekonomi domestik, potensi pertumbuhan sektor komoditas, dan pemulihan siklus ekonomi bertahap juga dinilai menjadi penopang ke depan.
Dari sisi pengawasan industri, OJK meminta pelaku usaha memperkuat diversifikasi portofolio pada instrumen yang lebih stabil. Regulator juga mendorong optimalisasi asset liability management, penguatan stress testing, serta peningkatan governance dan pengawasan internal dalam keputusan investasi.
Source: finansial.bisnis.com