Laba Manulife Melonjak Rp1,28 Triliun, Investasi Dan Disiplin Jadi Kunci Kinerja Kuat

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun sepanjang 2025. Capaian itu tumbuh 161,5% secara tahunan dan mencerminkan penguatan kinerja bisnis asuransi serta investasi perusahaan.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp3,97 triliun. Selain itu, pendapatan investasi, termasuk dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI, juga meningkat dan tercatat sebesar Rp5,09 triliun.

Kinerja keuangan ikut menguat

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati menjelaskan bahwa perusahaan mencatat hasil asuransi dan investasi bersih sebesar Rp1,28 triliun. Pada saat yang sama, laba komprehensif Manulife Indonesia mencapai Rp859,4 miliar.

Total aset perusahaan juga berada di level Rp66,17 triliun. Di sisi lain, hasil jasa asuransi bersih tercatat sebesar Rp299,77 miliar, menunjukkan kontribusi yang tetap positif dari aktivitas inti perusahaan.

Beban layanan dan tingkat solvabilitas

Manulife Indonesia juga mencatat beban jasa asuransi sebesar Rp3,68 triliun sepanjang 2025. Beban ini mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya lain yang berkaitan dengan layanan asuransi.

Dari sisi ketahanan keuangan, perusahaan membukukan rasio pencapaian solvabilitas atau RBC sebesar 650%. Angka ini menunjukkan tingkat permodalan yang kuat dalam menopang kewajiban perusahaan kepada nasabah.

Lauren menyebut capaian tersebut diraih bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kinerja itu ditopang oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat.

Jangkauan layanan dan basis nasabah

Manulife Indonesia menjalankan layanan keuangan melalui asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, serta program investasi dan dana pensiun. Layanan itu tersedia untuk nasabah individu maupun korporat di Indonesia.

Perusahaan juga didukung oleh 18.000 tenaga pemasar profesional dan karyawan yang tersebar di lebih dari 70 kantor pemasaran. Jaringan tersebut membantu Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Source: finansial.bisnis.com
Exit mobile version