PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia membukukan laba bersih Rp2,4 triliun sepanjang 2025. Capaian itu tumbuh 44% secara year on year dari Rp1,7 triliun dan menandai kinerja yang tetap solid di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Selain laba, perusahaan juga mencatat total pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun, naik 2% dibanding periode sebelumnya. Dari jumlah itu, pendapatan premi bisnis baru mencapai Rp2,9 triliun atau tumbuh 6% year on year, sementara total aset berada di level Rp64,3 triliun dengan RBC 466%.
Kinerja premi dan komposisi bisnis
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menjelaskan bahwa total pendapatan premi 2025 masih ditopang produk unitlink atau PAYDI. Porsinya mencapai 72% dari total pendapatan premi, sedangkan 28% sisanya berasal dari produk tradisional.
Adit juga menyebut total aset investasi, termasuk portofolio unitlink, tumbuh 6% menjadi sekitar Rp54,5 triliun. Menurut dia, capaian itu mencerminkan kepercayaan nasabah yang masih terjaga terhadap solusi investasi Prudential Indonesia.
Tekanan pasar dan tantangan industri
Di sisi lain, President Director Prudential Indonesia Tony Benitez menilai perusahaan tetap menghadapi tantangan dari volatilitas pasar dan kondisi makroekonomi global. Faktor tersebut memengaruhi nilai investasi dan menjadi salah satu tekanan utama bagi industri asuransi.
Tony juga menyoroti inflasi medis yang terus meningkat serta daya beli masyarakat yang masih tertekan. Ia menyampaikan bahwa kedua faktor itu menjadi tantangan yang terus dihadapi industri, meski perusahaan tetap mencatat hasil yang kuat.
Klaim dan manfaat masih besar
Sepanjang 2025, Prudential Indonesia membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun. Nilai itu turun dari Rp18,2 triliun pada periode sebelumnya, terutama karena klaim non-kesehatan yang lebih rendah.
Adit menjelaskan klaim non-kesehatan turun 19% year on year menjadi Rp9,8 triliun. Pada saat yang sama, klaim kesehatan justru naik 3% year on year menjadi Rp6,2 triliun, sehingga tekanan biaya layanan kesehatan tetap menjadi perhatian perusahaan.
Arah bisnis ke depan
Meski menghadapi tantangan eksternal, Prudential Indonesia menyatakan tetap fokus memperkuat peran sebagai penyedia perlindungan. Perusahaan ingin menghadirkan solusi yang semakin inklusif, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan nasabah.
Dengan laba yang naik, premi yang masih tumbuh, dan RBC yang tinggi, Prudential Indonesia menunjukkan posisi keuangan yang kuat di tengah dinamika industri asuransi. Kinerja tersebut juga memperlihatkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memenuhi kewajiban kepada nasabah melalui pembayaran klaim dan manfaat yang tetap besar.
