Purbaya Optimistis Rupiah Menguat, Pedagang Tahu Tempe Bisa Bernapas Lebih Lega

Pemerintah menaruh perhatian pada pedagang tahu dan tempe yang terdampak naiknya biaya produksi akibat pelemahan rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan nilai tukar akan membantu menurunkan ongkos bahan baku impor dan menjaga aktivitas perdagangan tetap berjalan.

Purbaya menegaskan, pemerintah ingin memastikan permintaan masyarakat tetap terjaga agar pedagang tetap memiliki pembeli. Ia juga menilai, ketika rupiah menguat, biaya produksi otomatis turun sehingga tekanan terhadap pelaku usaha kecil bisa berkurang.

Rupiah yang stabil jadi penopang usaha kecil

Dalam penjelasannya, Purbaya menyebut pelemahan rupiah selama ini memberi dampak langsung pada pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor. Kondisi itu ikut menekan margin keuntungan, termasuk bagi pedagang tahu dan tempe.

Karena itu, pemerintah memandang stabilitas rupiah bukan hanya urusan pasar keuangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha kecil di lapangan. Jika nilai tukar lebih kuat, beban produksi diharapkan ikut turun dan ruang usaha pedagang menjadi lebih longgar.

Sinergi fiskal dan moneter jadi kunci

Purbaya menyampaikan hal itu seusai meninjau Pelabuhan Tanjung Priok. Sebelumnya, ia juga menghadiri pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Pemerintah dan Bank Indonesia kemudian menyepakati dua langkah utama untuk menjaga stabilitas rupiah, yakni memperkuat daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang serta perbankan.

Dengan strategi itu, pemerintah berharap aliran modal asing bisa kembali masuk ke Indonesia. Di saat yang sama, pengelolaan kas pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia akan diarahkan agar pasokan likuiditas tetap terjaga.

Optimistis penguatan rupiah bisa berlangsung cepat

Purbaya tidak menyebut target waktu tertentu untuk penguatan rupiah. Meski begitu, ia menilai koordinasi kebijakan yang lebih rapat dapat mempercepat hasil yang diharapkan.

Ia juga menolak kekhawatiran bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang menuju krisis seperti 1998. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih kuat karena kondisi fiskal terjaga dan perekonomian berjalan baik.

Purbaya menyebut yang sedang terjadi hanyalah sentimen negatif yang memengaruhi nilai tukar dari berbagai arah. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dan bank sentral, ia yakin tekanan itu bisa diperbaiki dan dampaknya dapat dirasakan oleh pedagang kecil seperti penjual tahu dan tempe.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version