Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO industri modal ventura mencapai 97,63% pada April 2026. Angka ini menunjukkan tekanan efisiensi masih tinggi, meski ada perbaikan tipis dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 98,03%.
Di tengah kondisi itu, PT Mandiri Capital Indonesia menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga efisiensi dan memperbaiki kinerja. Strategi yang disusun juga menyoroti karakter bisnis modal ventura yang berbeda dari sektor keuangan lain karena pendapatannya sangat bergantung pada momen realisasi investasi.
Fokus efisiensi dari sisi biaya dan proses
Direktur Utama MCI Ronald Simorangkir menyebut langkah pertama yang ditempuh adalah disiplin dalam memprioritaskan biaya operasional. Upaya ini dijalankan dengan memperkuat sinergi bersama ekosistem Grup Bank Mandiri agar penggunaan sumber daya lebih efektif.
Langkah kedua adalah mendorong digitalisasi dan pemakaian kecerdasan buatan atau AI dalam proses bisnis dan operasional. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban biaya secara sepadan.
Portofolio baru dan pendapatan yang lebih stabil
MCI juga menempatkan kualitas portofolio baru sebagai prioritas berikutnya. Perusahaan memilih mengarah ke emiten atau perusahaan dengan kinerja keuangan yang kuat dan potensi bisnis yang baik agar peluang imbal hasil lebih terjaga.
Strategi keempat adalah diversifikasi sumber pendapatan. Ronald menjelaskan bahwa MCI ingin menambah instrumen yang mampu menghasilkan pendapatan lebih reguler agar profil pendapatan tidak terlalu bergantung pada satu sumber.
Tata kelola dan risiko tetap dijaga ketat
Langkah kelima menyangkut penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Tujuannya untuk menekan penurunan nilai yang bisa menggerus pendapatan operasional dan menekan rasio BOPO lebih dalam.
Ronald menilai BOPO yang masih berada di atas 90% tidak bisa dibaca hanya sebagai persoalan efisiensi semata. Menurut dia, ada faktor struktural-akuntansi yang melekat pada model venture capital company, karena pendapatan operasional biasanya muncul dari realisasi investasi, dividen, dan capital gain saat divestasi.
Di sisi lain, beban operasional berjalan terus menerus. Biaya SDM, due diligence, monitoring portofolio, tata kelola, dan kepatuhan tetap harus dikeluarkan meski belum ada realisasi investasi pada periode tertentu.
Tekanan siklus industri masih terasa
Selain faktor struktur bisnis, Ronald juga melihat kondisi makro ikut memberi tekanan. Ia menyebut iklim investasi ke perusahaan rintisan masih lesu, jendela exit atau IPO masih terbatas, dan kenaikan suku bunga ikut menekan valuasi serta menggeser waktu realisasi investasi.
Ia juga menyoroti tekanan industri secara agregat, setelah nilai pembiayaan tercatat terkontraksi 0,87% secara tahunan per April 2026. Kondisi itu ikut menahan sisi pendapatan operasional di industri modal ventura.
Meski begitu, MCI melihat ada ruang perbaikan bertahap pada semester I/2026. Penurunan BOPO industri dari 98,03% pada Maret 2026 menjadi 97,63% pada April 2026 menjadi salah satu sinyal perbaikan yang masih berlangsung perlahan.
Ronald menegaskan BOPO bulanan bukan satu-satunya ukuran yang ideal untuk membaca kinerja venture capital company. Ia menilai ukuran yang lebih relevan adalah hasil sepanjang siklus investasi, termasuk IRR, MOIC, pertumbuhan NAV, realisasi divestasi, penerimaan dividen, dan penciptaan nilai bagi Grup Bank Mandiri.
Dalam jangka menengah, MCI menargetkan BOPO bisa turun secara berkelanjutan ke bawah 90%. Saat siklus industri kembali normal, perusahaan berharap rasio itu dapat bergerak menuju kisaran 80-an.
Source: finansial.bisnis.com






