Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka harapan baru bagi pasar energi global, termasuk Indonesia. Di dalam negeri, wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai meredanya konflik itu bisa menjadi jalan menuju turunnya harga BBM, terutama jenis nonsubsidi.
Eddy menyambut positif kabar tercapainya perdamaian tersebut. Ia menilai ketegangan yang selama ini memicu kekhawatiran pasar berpotensi segera berakhir, sehingga risiko konflik bersenjata yang lebih luas di Timur Tengah ikut menurun.
Dampak ke jalur energi dunia
Menurut Eddy, perdamaian ini penting bukan hanya untuk dua negara yang berkonflik. Ia menegaskan bahwa berakhirnya konfrontasi juga bisa mengurangi dampak buruk perang bagi negara-negara sekitar, termasuk Lebanon.
Salah satu perhatian utama adalah jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Jika gangguan pasokan di kawasan itu berhenti, distribusi minyak mentah dan produk turunannya berpeluang kembali lancar ke berbagai negara.
Eddy menyebut disrupsi energi yang terjadi selama empat bulan terakhir perlu segera berakhir. Ia melihat normalisasi lalu lintas migas akan membantu memulihkan aktivitas ekonomi yang sempat tersendat.
Tekanan harga BBM nonsubsidi
Di sisi domestik, perubahan harga minyak mentah dunia diharapkan segera memberi efek pada harga energi di Indonesia. Eddy berharap Pertamina menyesuaikan harga jual BBM nonsubsidi ketika biaya pengadaan stok kembali berada di level yang lebih normal.
Ia secara khusus menyinggung kenaikan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya. Menurutnya, penyesuaian harga bisa terjadi secara bertahap mengikuti siklus pembelian stok operasional oleh Pertamina.
Eddy juga menyebut DPR akan terus memantau perkembangan kebijakan harga energi. Langkah itu diharapkan membantu agar beban masyarakat bisa segera berkurang jika harga minyak mentah terus turun.
Kabar damai dari Washington
Kepastian berakhirnya konflik tersebut sebelumnya diumumkan langsung oleh Gedung Putih setelah adanya mediasi internasional. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan blokade militer di jalur perdagangan utama Timur Tengah itu telah dicabut sepenuhnya.
Donald Trump menyampaikan bahwa pembukaan Selat Hormuz telah diizinkan tanpa biaya tol, bersamaan dengan pencabutan segera blokade Angkatan Naval Amerika Serikat. Ia juga menyebut kapal-kapal di dunia dipersilakan kembali bergerak dan minyak dibiarkan mengalir.
Pengumuman itu memperkuat kabar yang lebih dulu disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengenai keberhasilan negosiasi. Pemerintah Amerika Serikat juga menegaskan bahwa dokumen formal terkait perjanjian damai telah ditandatangani.
Bagi Indonesia, kabar damai ini menjadi penting karena harga BBM sangat dipengaruhi dinamika pasar minyak dunia. Jika pasokan global benar-benar pulih dan harga minyak mentah turun, ruang penyesuaian harga di dalam negeri akan semakin terbuka.







