BBC Pangkas 2.000 Karyawan, Divisi Berita Jadi Paling Terdampak

Author: Qoo Media

BBC disebut tengah menyiapkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 2.000 karyawan sebagai bagian dari program efisiensi besar-besaran. Langkah ini muncul di tengah tekanan biaya operasional yang meningkat dan perubahan cepat dalam industri media.

Menurut laporan Financial Times, jumlah pekerjaan yang berpotensi dihapus itu setara dengan sekitar 10 persen biaya tenaga kerja BBC. Dengan total karyawan lebih dari 20.000 orang di berbagai unit, rencana tersebut menjadi salah satu restrukturisasi terbesar yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Divisi berita jadi yang paling terdampak

Divisi berita diperkirakan menjadi unit yang paling terkena dampak dari penghematan ini. Bagian tersebut mencakup layanan berita televisi, radio, situs web, aplikasi seluler, hingga jaringan operasi regional BBC.

Porsi tenaga kerja di divisi ini juga besar, yakni sekitar seperempat dari total karyawan perusahaan. Karena itu, pengurangan pegawai diperkirakan akan lebih berat dirasakan di area berita dibanding unit lain.

Laporan Financial Times juga menyebut sejumlah program radio berpotensi ikut terdampak oleh restrukturisasi. Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan beberapa layanan kemungkinan akan mengalami perubahan demi menekan pengeluaran.

Target hemat £500 juta

Pada April lalu, BBC sudah mengumumkan target penghematan sebesar £500 juta atau sekitar Rp11,5 triliun. Target itu ingin dicapai dalam dua tahun ke depan melalui berbagai langkah efisiensi, termasuk memangkas sekitar 10 persen dari anggaran tahunan perusahaan.

BBC juga tidak hanya mengandalkan PHK untuk menekan biaya. Perusahaan telah mengurangi anggaran perjalanan dinas, membatasi perekrutan karyawan baru, memangkas penggunaan jasa konsultan, serta menekan biaya konferensi, acara penghargaan, dan kegiatan korporasi lainnya.

Tekanan bisnis dan rencana pendanaan

Rencana pengurangan tenaga kerja muncul ketika BBC menghadapi perubahan kebiasaan audiens dalam mengonsumsi berita dan hiburan. Di saat yang sama, biaya operasional terus meningkat dan persaingan dengan platform digital serta layanan streaming makin ketat.

BBC juga sedang bersiap menghadapi pembahasan pendanaan di masa mendatang bersama pemerintah Inggris. Kondisi ini membuat perusahaan harus menjaga ruang fiskal sambil tetap mempertahankan operasional layanan publiknya.

Direktur Jenderal BBC, Tim Davie, sebelumnya menyebut organisasi perlu mengambil “keputusan sulit dan tidak populer” agar tetap berkelanjutan secara finansial. Direktur Jenderal Interim BBC, Rhodri Talfan Davies, juga menyampaikan kepada staf bahwa perubahan ini memunculkan ketidakpastian, tetapi BBC ingin tetap transparan mengenai tantangan keuangan yang dihadapi.

Dampak ke layanan publik BBC

Sumber internal menyebut divisi berita dan radio memiliki ruang yang lebih terbatas untuk memangkas biaya tanpa memengaruhi layanan. Karena itu, perubahan pada sejumlah program dan layanan publik BBC kemungkinan mulai terlihat dalam beberapa waktu mendatang.

Sebaliknya, beberapa unit lain seperti tim konten dinilai memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menekan pengeluaran tanpa harus melakukan pengurangan pegawai dalam jumlah besar. Meski begitu, efisiensi yang dijalankan tetap berpotensi mengubah cara BBC menjalankan operasional ke depan.

Langkah BBC ini terjadi di tengah gelombang PHK yang masih melanda berbagai sektor industri global. Meta dikabarkan berencana memangkas sekitar 8.000 pekerjaan, Inter IKEA Group menghapus sekitar 850 posisi kerja, Starbucks memangkas sekitar 300 posisi korporat, dan Cloudflare mengurangi lebih dari 1.100 pekerjaan secara global setelah meningkatkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasionalnya.

Bagi BBC, keputusan memangkas sekitar 2.000 pekerjaan menjadi salah satu langkah paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah upaya menjaga stabilitas keuangan, perhatian kini tertuju pada bagaimana restrukturisasi itu akan memengaruhi kualitas jurnalisme, program siaran, dan peran BBC sebagai lembaga penyiaran publik yang berpengaruh.

Source: www.viva.co.id
Terbaru