Valuasi Niramas Utama Terlihat Murah Dibanding Cimory, PER Cuma 9,60 Kali Jelang IPO di BEI

Author: Qoo Media

Valuasi saham PT Niramas Utama Tbk dinilai menarik menjelang penawaran umum perdana saham atau IPO, terutama jika perseroan berhasil menetapkan harga di batas atas Rp1.120 per saham. Pada level itu, emiten produsen makanan dan minuman merek Inaco tersebut dipandang menawarkan rasio yang cukup kompetitif bagi investor pasar modal.

Perhatian pasar menguat karena perusahaan bersiap mencatatkan sahamnya secara resmi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 16 Juni 2026. Berdasarkan informasi yang beredar, langkah ini menjadi salah satu aksi korporasi yang dicermati pelaku pasar karena membawa kombinasi pertumbuhan bisnis dan valuasi yang masih terukur.

Valuasi di bawah sejumlah emiten sejenis

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut jika saham ini melantai di harga Rp1.120, maka PER berada di 9,60 kali dan PBV di 2,81 kali. Menurut dia, tingkat penilaian tersebut masih berada di bawah PT Cimory Mountain Dairy Tbk yang diperdagangkan pada PER 15,58 kali.

Meski begitu, valuasi Niramas Utama tetap berada di atas PT Kino Indonesia Tbk yang saat ini memiliki PER 6,29 kali. Perbandingan ini membuat posisi harga IPO JELI dinilai berada di area menengah dalam kelompok emiten sejenis di sektor konsumer.

Dana segar hingga Rp392 miliar

Melalui penawaran umum perdana ini, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham baru kepada publik. Jumlah itu setara dengan 25,93 persen dari total modal ditempatkan setelah IPO.

Dengan kisaran harga penawaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham, Niramas Utama berpotensi meraih dana segar hingga Rp392 miliar. Dana tersebut akan menjadi amunisi utama untuk memperkuat ekspansi bisnis dan kebutuhan operasional perusahaan.

Sebagian besar dana hasil penawaran akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi baru dan membeli mesin pendukung. Langkah itu disiapkan untuk memperluas kapasitas produksi di tengah kebutuhan ekspansi bisnis yang terus berjalan.

Jadwal IPO dan rencana penggunaan dana

Masa penawaran awal atau bookbuilding dijadwalkan berlangsung pada 15-22 Juni 2026. Setelah itu, masa penawaran umum akan digelar pada 1-3 Juli 2026 sebelum pencatatan resmi dilakukan pada 7 Juli 2026.

Sisa dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja operasional. Penggunaan itu mencakup pembelian bahan baku utama dan bahan pengemas produk untuk mendukung kegiatan produksi.

Selain fokus pada ekspansi, perseroan juga menyiapkan kebijakan dividen bagi pemegang saham. Manajemen berkomitmen membagikan dividen tunai tahunan dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah resmi menjadi perusahaan terbuka.

Terbaru