Pemilik Pizza Hut, Yum! Brands, resmi melepas jaringan restoran pizza itu dengan nilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp47,87 triliun. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi perusahaan, sekaligus menunjukkan betapa kerasnya tekanan yang kini dihadapi bisnis pizza global.
Penjualan tersebut juga memperlihatkan bahwa persaingan di industri makanan cepat saji tidak lagi ditentukan oleh nama besar semata. Di tengah perang harga, promosi agresif, dan konsumen yang makin sensitif terhadap pengeluaran, Pizza Hut kehilangan daya dorong yang selama ini menjaga pertumbuhannya.
Dijual lewat dua transaksi
Yum! Brands membagi pelepasan Pizza Hut ke dalam dua kesepakatan terpisah. LongRange Capital akan mengakuisisi bisnis Pizza Hut global senilai US$1,5 miliar, sedangkan Yum China Holdings membeli operasional Pizza Hut di China senilai US$1,2 miliar.
Struktur transaksi ini membuat proses pelepasan aset berjalan lebih spesifik sesuai pasar yang dikelola. Bagi Yum! Brands, skema tersebut juga memberi ruang untuk merapikan portofolio bisnis tanpa melepas seluruh operasi dalam satu paket besar.
Tekanan penjualan terus menumpuk
Keputusan menjual Pizza Hut tidak muncul tiba-tiba. Yum! Brands telah mempertimbangkan opsi pelepasan sejak November 2025 setelah Pizza Hut mencatat beberapa kuartal penurunan penjualan di gerai yang sama, terutama di Amerika Serikat.
Pasar AS memegang peran penting bagi Pizza Hut karena menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan internasional perusahaan. Ketika pasar utama melemah, dampaknya langsung terasa pada kinerja keseluruhan merek.
Persaingan juga semakin berat karena Domino’s, Papa John’s, dan Little Caesars terus memperluas pasar lewat promosi agresif. Di saat bersamaan, inflasi membuat konsumen lebih berhati-hati dan lebih memilih harga yang dianggap paling masuk akal.
Fokus Yum! Brands bergeser ke KFC dan Taco Bell
Pelepasan Pizza Hut menjadi bagian dari strategi Yum! Brands untuk menyederhanakan bisnis. Perusahaan kini ingin memusatkan perhatian pada merek yang masih menunjukkan pertumbuhan kuat, terutama KFC dan Taco Bell.
Chief Executive Officer Yum! Brands, Chris Turner, menyebut Pizza Hut masih punya masa depan yang baik di bawah pemilik baru. Ia mengatakan, “Di bawah LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan kepemilikan yang membawa keahlian mendalam di industri restoran.”
Turner juga menegaskan bahwa Pizza Hut tetap punya tempat penting dalam sejarah perusahaan. “Pizza Hut adalah salah satu merek restoran paling ikonik di dunia dan kami bangga dengan peran penting yang telah dimainkannya dalam sejarah Yum!,” ujarnya.
Jejak panjang Pizza Hut sebelum dilepas
Pizza Hut pertama kali lahir pada 1958 dari gagasan dua bersaudara di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Merek ini kemudian diakuisisi PepsiCo pada 1977 sebelum akhirnya menjadi bagian dari Yum! Brands setelah perusahaan itu dipisahkan pada 1997.
Dengan transaksi yang diperkirakan rampung pada kuartal III-2026, Pizza Hut akan memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan Yum! Brands. Perpindahan kepemilikan ini menjadi penanda bahwa salah satu jaringan restoran pizza paling dikenal di dunia kini harus mencari ruang pertumbuhan baru di tengah pasar yang makin kompetitif.
Source: www.suara.com






