Chef Remy Sedayu Bongkar Kunci Bisnis Kuliner UMKM, Tren Pasar Saja Tak Cukup

Pelaku UMKM kuliner kembali mendapat sorotan karena persaingan pasar yang makin dinamis menuntut strategi yang lebih cermat. Dalam pelatihan daring Wirausaha Kuliner yang digelar Bank Mandiri Taspen bersama BOLA Deli, Chef Remy Sedayu menegaskan bahwa bisnis makanan dan minuman masih punya ruang tumbuh besar jika dikelola dengan tepat.

Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan produk yang laku di awal. Mereka perlu menjaga kualitas, membaca tren pasar, dan mengelola keuangan secara sehat agar usaha tetap bertahan di tengah perubahan selera konsumen.

Tren pasar jadi pintu masuk

Chef Remy menyebut kejelian membaca minat masyarakat sebagai kunci utama dalam mengembangkan usaha kuliner. Ia mencontohkan pilihan menu Chicken Crispy Roll yang dinilai sedang naik daun karena banyak diminati pasar.

Dari sudut pandang bisnis, mengikuti tren memang penting untuk menarik perhatian konsumen lebih cepat. Namun, ia mengingatkan bahwa tren sebaiknya tidak dipahami sebagai satu-satunya pegangan dalam membangun usaha.

Inovasi perlu hadir, tapi harus punya pembeda

Selain tren, keunikan produk menjadi nilai tambah yang menentukan daya saing UMKM. Remy memberi contoh lumpia ongol durian sebagai ide menu yang masih jarang ditemukan di pasaran dan dinilai bisa menjadi produk yang segar.

Ia menilai pelaku usaha perlu berani menciptakan sesuatu yang baru, inovatif, dan kreatif. Dalam pasar yang padat, pembeda produk sering kali menjadi alasan konsumen mencoba, lalu kembali membeli.

Rasa tetap jadi penentu utama

Meski inovasi penting, Chef Remy menempatkan cita rasa sebagai faktor paling mendasar dalam bisnis kuliner. Ia menegaskan bahwa makanan harus enak terlebih dahulu sebelum berbicara soal strategi pemasaran atau variasi menu.

Menurut dia, rasa yang baik mendorong pelanggan melakukan repeat order. Karena itu, kualitas dasar hidangan tidak boleh dikorbankan hanya karena usaha ingin tampil berbeda.

Harga bahan baku boleh naik, kualitas jangan turun

Remy juga menyoroti fluktuasi harga bahan baku yang kerap menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Ia menyatakan kenaikan harga kecil masih bisa diterima selama kualitas produk tetap dijaga.

Bagi dia, kepercayaan pelanggan dibangun dari konsistensi mutu. Jika kualitas turun, pelanggan berisiko kehilangan alasan untuk kembali membeli.

Keuangan usaha harus dipisahkan

Selain produk dan rasa, disiplin keuangan menjadi poin penting lain yang ia tekankan. Kesalahan yang paling umum terjadi, kata Remy, adalah mencampurkan uang usaha dengan uang belanja rumah tangga.

Ia menyarankan pemisahan pencatatan modal, pendapatan, dan laba agar arus kas lebih mudah dipantau. Dengan cara itu, pelaku usaha bisa melihat dengan jelas apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan.

Punya produk andalan dan produk musiman

Chef Remy juga mendorong UMKM untuk membangun portofolio produk yang seimbang. Ia menilai usaha kuliner perlu memiliki produk andalan yang menjadi ciri khas, lalu dilengkapi produk lain yang mengikuti tren pasar.

Strategi ini membantu bisnis tetap stabil saat selera konsumen berubah. Ketika tren bergeser, produk utama tetap bisa menjadi penopang usaha agar operasional tidak goyah.

Program pelatihan daring tersebut ditujukan bagi pelaku UMKM, termasuk pensiunan yang ingin memulai usaha baru. Inisiatif Bank Mandiri Taspen dan BOLA Deli itu menjadi bagian dari Program 3 Pilar Mantap Indonesia yang berfokus pada kemandirian ekonomi di masa purnabakti.

Terkait