Prabowo Panggil Bos Himbara ke Istana, Tagih Peran Nyata Untuk Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto memanggil seluruh jajaran direksi Himpunan Bank Negara atau Himbara ke Istana Negara untuk memberi arahan terkait pengelolaan perbankan milik negara. Pertemuan itu menegaskan kembali posisi Himbara sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong ekonomi nasional.

Himbara yang terdiri dari BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI diminta tampil lebih kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Arahan itu juga menempatkan bank-bank negara sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

Peran Himbara di tengah ekonomi nasional

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyoroti besarnya skala Himbara di pasar modal. Jika digabungkan, kapitalisasi pasar bank-bank tersebut mencapai Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.

Besarnya nilai tersebut membuat Himbara dipandang memiliki tanggung jawab yang sepadan terhadap perekonomian. Pemerintah berharap kekuatan itu tidak hanya tercermin pada kinerja bisnis, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebut arahan Presiden menjadi dorongan bagi jajaran Himbara agar tidak sekadar tumbuh kuat. Ia menegaskan bahwa bank-bank negara perlu semakin bermanfaat bagi rakyat.

Dorongan pembiayaan untuk UMKM hingga korporasi

Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan itu adalah peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Selain itu, akses pembiayaan juga dibahas untuk sektor komersial dan korporasi agar aktivitas ekonomi di berbagai daerah bisa bergerak lebih kuat.

Langkah ini menunjukkan bahwa peran Himbara tidak hanya berada pada layanan simpan pinjam biasa. Bank-bank negara diharapkan menjadi penghubung pembiayaan yang mampu menjangkau kebutuhan usaha dari skala kecil hingga besar.

Penekanan pada tata kelola dan kehati-hatian

Prabowo juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan industri perbankan. Bersamaan dengan itu, prinsip tata kelola yang baik dan kehati-hatian tetap menjadi syarat utama agar fungsi intermediasi bank berjalan sehat.

Penegasan itu penting karena Himbara memegang posisi strategis dalam sistem keuangan nasional. Dengan pengelolaan yang disiplin, bank-bank milik negara diharapkan bisa menjalankan peran ekonomi tanpa mengabaikan stabilitas dan kualitas layanan.

Harapan terhadap motor penggerak ekonomi

Melalui penguatan peran Himbara, pemerintah berharap bank-bank negara bisa terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Peran itu mencakup perluasan akses keuangan, dukungan terhadap sektor usaha, serta kontribusi terhadap ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Arah kebijakan yang disampaikan Prabowo menunjukkan bahwa Himbara tidak hanya dinilai dari kapasitas bisnisnya, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat. Karena itu, fokus pada pembiayaan, tata kelola, dan profesionalisme menjadi bagian penting dari mandat yang kini kembali ditekankan kepada seluruh direksi bank negara.

Source: www.suara.com

Terkait