PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) tetap melihat peluang kinerja yang positif meski Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate tiga kali sepanjang 2026. Manajemen menilai aktivitas ekonomi nasional masih bergerak cukup baik sehingga transaksi di bank tetap berlangsung.
Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh, mengatakan keyakinan itu lahir dari kondisi ekonomi yang masih tumbuh. Ia menyebut transaksi nasabah masih terjadi, meski tidak membeberkan detail angka transaksi pada awal 2026.
Ekonomi Masih Menopang Aktivitas Perbankan
Lusiana menyampaikan bahwa situasi ekonomi memberi ruang bagi bank untuk tetap optimistis. Pernyataan itu ia sampaikan di sela opening OCTO Land di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026).
“Kalau secara bank, kita masih optimistis karena sebenarnya pertumbuhan untuk ekonomi kita, di sisi kita ya, itu masih cukup bagus sebenarnya. Masih terjadi transaksi soalnya,” ujar Lusi.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga acuan belum langsung menekan aktivitas transaksi secara signifikan. Bagi CIMB Niaga, kondisi itu menjadi sinyal bahwa permintaan layanan perbankan masih terjaga.
Penyesuaian Strategi, Target Tetap Berjalan
Meski BI Rate naik, CIMB Niaga tetap menyiapkan penyesuaian dalam strategi bisnis. Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara rinci bentuk penyesuaian tersebut.
Head of Retail Transaction & Community Business Development CIMB Niaga, Trisna L. Siahaan, menegaskan target kinerja perseroan untuk tahun ini tidak berubah. “Penyesuaian target tidak ada. [Kalau strategi bisnis] Ada penyesuaian, pasti nanti akan berpengaruh karena kan baru banget ya [pengumuman kenaikan BI Rate],” kata Trisna.
Sikap ini menandakan manajemen masih menempatkan stabilitas target sebagai prioritas, sambil memantau dampak kebijakan moneter yang baru diumumkan. Bank memilih memberi ruang bagi penyesuaian strategi tanpa mengubah arah capaian yang sudah ditetapkan.
BI Naikkan BI Rate Jadi 5,75%
Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17—18 Juni 2026. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers pada Kamis (18/6/2026).
Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga ikut naik 25 bps. Masing-masing bunga tersebut menjadi 4,75% dan 6,5%.
Perry menyampaikan, “Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.”
Sepanjang 2026, BI telah menaikkan BI Rate sebanyak tiga kali dengan total kenaikan 100 bps. Pada RDG Mei 2026, suku bunga acuan sempat naik 50 bps dari 4,75% ke 5,25%, lalu naik lagi 25 bps menjadi 5,50% pada bulan yang sama, sebelum kembali meningkat menjadi 5,75% pada Juni 2026.
Sinyal Pasar Masih Bergerak
Bagi bank seperti CIMB Niaga, rangkaian kenaikan suku bunga ini menjadi faktor yang perlu dicermati dalam pengelolaan bisnis. Namun, selama transaksi nasabah tetap berlangsung dan ekonomi belum melemah tajam, perseroan masih melihat ruang untuk menjaga kinerja tetap positif.
Kondisi itu membuat BNGA memilih bersikap hati-hati sekaligus optimistis, dengan menyesuaikan strategi tanpa mengubah target kinerja yang sudah berjalan.
