PT Bio Farma (Persero) berhasil mengekspor lima kontainer produk farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk ke Afghanistan melalui fasilitas produksi di Cibitung, Jawa Barat. Langkah ini menjadi sinyal bahwa produk farmasi nasional terus mendapat tempat di pasar internasional di tengah upaya memperkuat daya saing industri kesehatan Indonesia.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyebut ekspor tersebut sebagai indikator positif dari transformasi yang dijalankan secara konsisten di lingkungan Bio Farma Group. Ia menilai capaian itu penting untuk memperkuat posisi industri kesehatan nasional di tingkat global.
Dorongan untuk daya saing industri kesehatan
Shadiq menegaskan, keberhasilan ekspor ini menjadi momentum bagi Bio Farma Group untuk terus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional. Menurut dia, transformasi yang berjalan di tubuh grup menjadi fondasi agar perusahaan lebih adaptif, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
Bio Farma juga melihat ekspor ini sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Pada saat yang sama, langkah tersebut diharapkan menambah kontribusi Indonesia dalam ekosistem kesehatan global.
Indofarma perkuat pasar luar negeri
Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, mengatakan ekspor ke Afghanistan menjadi pendorong bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Ia menekankan bahwa perusahaan akan terus meningkatkan kualitas produk dan memperkuat daya saing agar mampu bertahan di pasar luar negeri.
Sahat juga menyebut Indofarma memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor. Menurut dia, pengalaman itu menjadi modal penting untuk menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan bangsa Indonesia.
Ia menegaskan keyakinan bahwa produk farmasi nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dan mendapat kepercayaan di pasar global. Pernyataan itu memperlihatkan optimisme Indofarma terhadap peluang ekspor di tengah persaingan industri farmasi internasional yang ketat.
Nilai strategis di luar aspek komersial
Komisaris Indofarma, Didi Agus Mintadi, menilai keberlanjutan ekspor di tengah proses transformasi dan restrukturisasi perusahaan merupakan indikator positif. Ia melihat aktivitas ekspor tidak hanya penting dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi penguatan fundamental perusahaan.
Menurut Didi, ekspor memiliki nilai strategis yang melampaui aspek komersial semata. Selain berpotensi menambah devisa negara, ekspor juga membantu memperkuat posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional dan mendukung proses restrukturisasi Indofarma.
Realisasi pengiriman ke Afghanistan ini juga mencerminkan adanya kepercayaan pasar internasional terhadap produk farmasi Indonesia. Dalam konteks yang lebih luas, capaian tersebut menunjukkan peran industri kesehatan nasional dalam membantu memenuhi kebutuhan kesehatan global.
Sinergi dalam ekosistem Bio Farma Group
Sebagai bagian dari Bio Farma Group, Indofarma mendapat dukungan melalui penguatan sinergi, kolaborasi, dan pengembangan kapabilitas bisnis. Dukungan itu menjadi penting agar perusahaan dapat memperluas akses pasar sekaligus mempercepat transformasi usaha.
Bio Farma Group menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi antarantitas dan meningkatkan kapabilitas operasional. Fokus itu diarahkan untuk mendorong transformasi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan memperluas kontribusi industri kesehatan nasional.
Langkah ekspor ke Afghanistan menambah catatan bahwa produk farmasi Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang di pasar global. Dengan penguatan transformasi, sinergi, dan kualitas produk, Bio Farma Group menargetkan peran yang lebih besar dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri kesehatan dunia.
Source: www.viva.co.id






