111 Outlet, 400 Pekerja, BERANI Bangun Ekosistem Laundry Terintegrasi

Kenaikan kebutuhan layanan penatu di kota-kota besar mendorong lahirnya model bisnis yang tidak hanya menjual jasa cuci, tetapi juga membangun sistem pendukung usaha yang lebih lengkap. Di tengah perubahan itu, BERANI Laundry Support System tampil dengan pendekatan yang menggabungkan kemitraan, operasional, dan pengelolaan bisnis dalam satu ekosistem terintegrasi.

Perusahaan ini tidak sekadar menawarkan skema waralaba. Melalui sistem yang mereka bangun, mitra diarahkan untuk bisa menjalankan usaha tanpa harus menanggung seluruh kerumitan operasional harian sendiri.

Jaringan outlet dan dukungan operasional

Hingga saat ini, jaringan BERANI Laundry Support System telah mengelola 111 outlet di Jabodetabek, Bandung, dan Semarang. Operasional jaringan itu ditopang lebih dari 400 tenaga kerja aktif yang bekerja 12 jam setiap hari, tujuh hari dalam seminggu.

Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan brand melalui sistem franchise, manajemen operasional, dan pengelolaan outlet harian. Sistem terpadu ini dirancang agar mitra bisa lebih fokus pada aktivitas utama, sementara pengelolaan laundry berjalan melalui dukungan profesional.

Selain itu, ekosistem yang dibangun juga mencakup rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kebutuhan bahan baku, standardisasi kualitas pelayanan, perawatan mesin, serta pendampingan bisnis berkelanjutan ikut diakomodasi dalam satu sistem.

CEO BERANI Laundry Support System, Nirwan, mengatakan minat masyarakat untuk memiliki bisnis penatu memang tinggi. Namun, menurut dia, tantangan terbesar biasanya muncul pada manajemen operasional.

“Melalui BERANI Laundry Support System, kami mengambil peran sebagai partner operasional agar para mitra dapat tetap fokus menjalankan aktivitas utama mereka, sedangkan bisnis laundry-nya kami bantu kelola secara menyeluruh,” ujar Nirwan.

Dampak ke ekonomi lokal

Ekspansi jaringan ini juga diklaim memberi dampak pada perputaran ekonomi di sekitar lokasi usaha. Dengan konsep manajemen berbasis teknologi, operasional outlet melibatkan banyak sektor pendukung lokal dalam rantai bisnisnya.

Pemberdayaan tenaga kerja lokal menjadi salah satu pilar utama. Ratusan pekerja terserap sebagai kru produksi, petugas layanan pelanggan, dan tim pendukung di berbagai titik operasional.

Kehadiran layanan antar-jemput barang turut membuka peluang pendapatan tambahan bagi pengemudi transportasi daring. Di sisi lain, operasional outlet juga melibatkan vendor cuci sepatu dan karpet, pemasok bahan kimia, serta teknisi mesin cuci.

Rantai keterlibatan itu membuat usaha penatu bergerak dari citra usaha rumahan menjadi bagian dari industri jasa modern. Data Kementerian UMKM melalui Asosiasi Laundry Indonesia menyebut sektor penatu kini telah menyerap sekitar 34.000 tenaga kerja dengan lebih dari 1.800 anggota resmi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa industri ini punya peran strategis dalam pembukaan lapangan kerja nasional. Di tengah kondisi itu, BERANI Laundry Support System menargetkan diri menjadi sistem pendukung penatu terbesar di Indonesia.

Fokus pengembangannya diarahkan pada teknologi, manajemen sumber daya manusia, dan rantai pasok yang lebih kokoh. Nirwan menegaskan, jika satu outlet rata-rata melibatkan minimal 3-5 orang dalam rantai operasional langsung dan pendukung, maka jaringan BERANI sudah menciptakan ratusan hingga ribuan titik keterlibatan ekonomi di masyarakat sekitar.

Terkait