Truk Besi Terguling di Tomang, Evakuasi Rumit Picu Macet Panjang di Arteri S Parman

Author: Qoo Media

Truk pengangkut besi konstruksi terguling di Flyover Tomang, Jakarta Barat, dan insiden ini langsung memicu gangguan lalu lintas di kawasan padat tersebut. Material besi yang jatuh ke jalan membuat proses evakuasi berlangsung lebih lama dari perkiraan dan berdampak pada arus kendaraan di Jalan Arteri S Parman hingga Tol Kebon Jeruk arah Grogol.

Peristiwa itu terjadi saat truk melaju dari arah Tol Jakarta-Tangerang menuju Tanjung Priok. Sebagian muatan tumpah ke jalan di bawah flyover, sementara badan truk dan material yang berserakan menutup sebagian akses lalu lintas di sekitar lokasi.

Kronologi kecelakaan di Flyover Tomang

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ketika truk mengangkut besi konstruksi melintas di atas Flyover Tomang. Kendaraan kemudian terguling dan membuat muatan besi jatuh ke ruas jalan yang berada di bawahnya.

Dampak awal dari insiden ini langsung terasa di jalur sekitar Tomang. Arus kendaraan terganggu karena material besi menutupi sebagian badan jalan dan menghambat mobilitas kendaraan yang melintas.

Evakuasi sempat tersendat

Petugas mencoba mengangkat material besi dengan kendaraan crane, tetapi prosesnya tidak berjalan mulus. Beberapa potong besi sempat terlepas dari jepitan crane dan jatuh kembali ke Jalan Arteri S Parman.

Situasi itu membuat evakuasi harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut, sedangkan pagar pembatas Flyover Tomang mengalami kerusakan akibat kecelakaan.

Lalu lintas ditutup sementara

Untuk alasan keselamatan, polisi menutup sementara arus lalu lintas dari arah Slipi menuju Grogol selama proses evakuasi berlangsung. Penutupan ini membuat kemacetan mengular di Jalan S Parman hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Kendaraan dari arah Tol Jakarta-Tangerang dialihkan ke jalur arteri, sementara lajur menuju Grogol masih terganggu karena material besi belum seluruhnya dipindahkan. Kondisi itu membuat kepadatan kendaraan sulit terurai dalam waktu singkat.

Dugaan penyebab sementara

Penyebab awal kecelakaan diduga berasal dari putusnya tali pengikat muatan. Saat pengikat gagal menahan beban, besi konstruksi bergeser lalu tumpah ke jalan dan menutup sebagian ruas tol serta jalur arteri di sekitar Flyover Tomang.

Kombinasi antara muatan yang berserakan, proses evakuasi yang rumit, dan penutupan jalan membuat insiden ini berdampak luas pada lalu lintas Jakarta Barat. Hingga proses pemindahan material selesai, kawasan Tomang tetap menjadi titik yang paling terdampak oleh kecelakaan truk pengangkut besi tersebut.

Source: www.medcom.id
Terbaru