BCA Borong Tiga Penghargaan Ketenagakerjaan, Transformasi SDM Buktikan Budaya Kerja Modern

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pencapaian besar di bidang ketenagakerjaan dengan memborong tiga penghargaan sekaligus. Deretan apresiasi itu menegaskan bahwa transformasi SDM dan budaya kerja modern di tubuh bank swasta terbesar ini mendapat pengakuan di level Asia dan industri talenta digital.

Sorotan utamanya bukan hanya jumlah penghargaan yang diraih, tetapi juga jenis pengakuan yang diterima BCA. Perusahaan dinilai berhasil membangun lingkungan kerja yang sehat, mendukung perkembangan karyawan, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat produktivitas dan kolaborasi.

Pengakuan atas budaya kerja dan transformasi SDM

BCA meraih HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026 untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut. Penghargaan ini menjadi salah satu penanda paling kuat atas konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan.

Selain itu, BCA juga memenangkan HR Asia Tech Empowerment Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan mengintegrasikan teknologi di lingkungan kerja untuk mendukung produktivitas, kolaborasi, dan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.

Penghargaan ketiga datang dari LinkedIn Talent Awards 2025 melalui kategori Best Employer Branding untuk kelompok perusahaan dengan jumlah karyawan di atas 10.000 orang. Pengakuan itu menyoroti kekuatan strategi penjenamaan perusahaan, pengalaman kandidat saat rekrutmen, dan pemanfaatan platform digital untuk menjaring talenta terbaik.

Manajemen sebut pencapaian lahir dari kolaborasi internal

Direktur BCA, Lianawaty Suwono, menilai tiga penghargaan tersebut sebagai cerminan konsistensi seluruh insan BCA dalam menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan positif. Ia menekankan bahwa capaian ini lahir dari upaya bersama untuk menghadirkan ruang kerja yang memungkinkan setiap individu bertumbuh dan berinovasi.

Manajemen juga menyebut hasil itu sebagai buah dari kolaborasi seluruh elemen perusahaan. Fokusnya adalah membangun iklim kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan, baik secara profesional maupun personal.

Lianawaty menegaskan bahwa perusahaan ingin terus memperkuat lingkungan internal yang suportif. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi tambahan bagi BCA untuk melanjutkan pengembangan budaya kerja yang memberi pengalaman positif bagi karyawan setiap hari.

Penilaian dilakukan lewat survei dan indikator keterlibatan

Pada ajang HR Asia Awards 2026 yang diselenggarakan Business Media International, penilaian dilakukan secara independen berbasis survei internal karyawan. Tiga aspek yang dipakai adalah CORE atau Collective Organisation for Real Engagement, SELF yang mencakup Heart, Mind, Soul, serta GROUP dengan pendekatan Think, Feel, Do.

Dalam penilaian tersebut, skor BCA disebut melampaui rata-rata industri. Fakta ini memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu tempat kerja yang dinilai unggul dalam keterlibatan karyawan dan kualitas pengalaman kerja.

Penghargaan Tech Empowerment Award 2026 juga menunjukkan bahwa transformasi SDM di BCA tidak hanya menyentuh sisi budaya, tetapi juga cara kerja sehari-hari. Teknologi diposisikan sebagai alat untuk mendorong efisiensi dan memperkuat koordinasi antarlini bisnis.

Employer branding jadi bagian penting strategi talenta

BCA memandang employer branding bukan sekadar citra perusahaan di luar, melainkan pengalaman yang dirasakan karyawan di dalam organisasi. Lianawaty menyebut penghargaan LinkedIn Talent Awards sebagai penyemangat untuk terus belajar, berinovasi, dan menjadi lebih baik.

Strategi tersebut dinilai penting di tengah persaingan perekrutan talenta yang makin ketat. Dengan pengakuan atas employer branding, pengalaman kandidat dalam proses rekrutmen dan penggunaan kanal digital menjadi bagian dari nilai lebih yang diakui secara eksternal.

Tiga penghargaan dalam satu waktu memperlihatkan bahwa BCA sedang memperkuat lebih dari satu sisi sekaligus. Perusahaan menggabungkan budaya kerja yang sehat, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan talenta untuk menjaga daya saing di sektor perbankan modern.

Terkait