Strategi investasi Bitcoin milik Strategy Inc. kini berada di bawah tekanan besar setelah kapitalisasi pasar perusahaan turun di bawah nilai kepemilikan kriptonya. Kondisi ini menandai titik penting bagi salah satu emiten paling agresif dalam akumulasi Bitcoin, karena pasar mulai meragukan kekuatan model pendanaan yang selama ini menopangnya.
Metrik penilaian mNAV perusahaan juga merosot ke bawah level paritas. Pergerakan itu terjadi setelah saham Strategy anjlok lebih dari 80 persen dari rekor tertinggi pada November 2024.
Tekanan pada model pendanaan
Selama ini, Strategy mengandalkan premium valuasi untuk menerbitkan saham baru dan membiayai pembelian kripto dalam skala besar. Namun penurunan harga saham membuat keunggulan pembiayaan itu menguap, sehingga ruang untuk melanjutkan strategi akumulasi menjadi lebih sempit.
Pasar kini menyoroti keberlanjutan model bisnis perusahaan di tengah biaya modal yang meningkat. Kekhawatiran itu bertambah setelah nilai sekuritas preferen STRC turun di bawah nilai nominal.
Bagi investor, kondisi tersebut bukan hanya soal pelemahan harga saham. Situasi ini juga menyentuh fondasi struktur pendanaan yang selama ini dipakai untuk menopang eksposur perusahaan terhadap Bitcoin.
Risiko yang ikut membesar
Paul Howard, direktur senior di Wincent, menilai STRC adalah instrumen dengan leverage. Ia memperkirakan instrumen itu dapat berfungsi ganda sebagai penunda sekaligus pemicu likuidasi besar-besaran ketika volatilitas meningkat.
Pandangan tersebut memperjelas bahwa tekanan tidak hanya datang dari pasar saham biasa. Instrumen pendanaan yang terkait dengan strategi Bitcoin perusahaan juga ikut menjadi pusat perhatian karena sensitivitasnya terhadap gejolak harga.
Kondisi ini membuat para pelaku pasar lebih berhati-hati membaca prospek Strategy. Jika biaya pendanaan terus naik sementara nilai pasar terus melemah, kemampuan perusahaan mempertahankan laju akumulasi aset digitalnya akan semakin diuji.
Sikap manajemen tetap tak berubah
Meski tekanan pasar meningkat, manajemen Strategy menyatakan tetap berkomitmen penuh pada langkah investasi jangka panjang yang dimulai sejak perusahaan mengubah haluan bisnis pada 2020. Michael Saylor, pendiri Strategy Inc., menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus pada Bitcoin, alokasi modal yang disiplin, kualitas kredit, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Pernyataan itu menunjukkan perusahaan belum mengubah arah strategisnya. Namun pasar jelas sedang menguji seberapa kuat komitmen tersebut dapat bertahan ketika valuasi perusahaan tidak lagi berada di atas nilai aset kriptonya.
Di tengah kondisi ini, perhatian investor akan tertuju pada kemampuan Strategy menjaga stabilitas pendanaan dan mempertahankan kepercayaan pasar. Selama tekanan pada saham, mNAV, dan instrumen preferennya belum mereda, strategi Bitcoin perusahaan akan tetap berada di bawah sorotan tajam.
