Pemerintah menyiapkan opsi pengambilalihan PT Granito oleh Danantara untuk mencegah PHK massal yang mengancam ratusan buruh. Langkah ini muncul setelah pembahasan antara Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal dengan COO Danantara Dony Oskaria di Jakarta.
Opsi itu dinilai sebagai jalan penyelamatan jika perusahaan tidak sanggup melanjutkan usaha. Serikat pekerja menyebut pemerintah juga membuka kemungkinan mencari investor baru, tetapi akuisisi oleh Danantara menjadi salah satu skenario yang dibahas secara langsung.
Tekanan biaya dan perubahan struktur usaha
Isu PHK di PT Granito sebelumnya mencuat karena tingginya harga gas industri yang membebani operasional. Namun, penyesuaian tarif gas kini disebut sudah menekan sebagian risiko kerugian perusahaan.
Kementerian ESDM telah menurunkan harga gas industri dari kisaran US$ 20-23 per MMBTU menjadi US$ 13 per MMBTU. Kebijakan itu dibuat untuk meredakan beban biaya produksi pabrik, terutama di sektor yang memakai gas dalam jumlah besar.
Said Iqbal menyebut laporan dari lapangan menunjukkan perusahaan granit dan keramik sempat punya ruang napas setelah penurunan harga gas. Ia juga mengatakan serikat buruh menerima informasi bahwa kondisi struktur biaya perusahaan membaik sehingga PHK bisa dihindari untuk sementara.
Meski begitu, Said menegaskan bahwa efisiensi tenaga kerja di PT Granito tidak semata-mata dipicu oleh harga gas. Menurut dia, perusahaan juga tengah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor asbes dan mengurangi fokus pada bisnis granit.
Ia menambahkan bahwa angka PHK yang terdengar luas di publik tidak tepat. Said menyebut jumlah pekerja yang terdampak berada di kisaran ratusan orang, bukan ribuan maupun 55 ribu seperti yang sempat beredar.
Intervensi pemerintah dipersiapkan
Said Iqbal menjelaskan, skema bantuan permodalan sudah dibicarakan dalam rapat Satgas PHK bersama jajaran menteri dan pimpinan DPR RI. Dalam rapat itu, kata dia, Danantara pada prinsipnya siap membantu bila PT Granito memang membutuhkan suntikan modal agar tidak terjadi PHK.
Serikat pekerja juga menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kelangsungan kerja buruh jika pemilik pabrik memutuskan berhenti beroperasi. Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, mengatakan pemerintah akan mengambil alih perusahaan bila pengusaha tidak melanjutkan kegiatan usahanya.
Andi Gani menyebut sekitar 447 pekerja anggota KSPSI terdampak kebijakan PHK di PT Granito. Ia berharap mereka bisa diserap kembali lewat intervensi pemerintah yang tengah dibahas.
Tantangan baru di industri keramik
Di tengah turunnya harga gas, industri keramik nasional masih menghadapi tekanan lain dari produk impor. Said Iqbal menyebut granit dan keramik impor kini dijual sekitar 50% lebih murah di pasaran, sehingga menjadi tantangan baru bagi produsen dalam negeri.
Ia mengatakan kondisi itu sedang dibahas dalam Satgas PHK bersama pihak terkait. Bagi PT Granito, pilihan antara melanjutkan usaha, mencari investor baru, atau masuk ke skema akuisisi menjadi penentu apakah PHK bisa benar-benar dicegah.
